Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi provinsi-provinsi yang memiliki keunggulan komparatif dalam produksi beras di Indonesia guna mendukung perencanaan pembangunan pertanian berdasarkan keunggulan daerah. Penelitian ini menggunakan metode Location Quotient (LQ) untuk menilai tingkat spesialisasi daerah dalam produksi beras. Studi ini memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk data produksi padi dan produksi tanaman pangan di seluruh provinsi di Indonesia. Metode LQ digunakan untuk mengidentifikasi provinsi yang diklasifikasikan sebagai sektor basis dengan nilai LQ > 1, yang menunjukkan keunggulan relatif dalam produksi padi dibandingkan dengan rata-rata nasional. Analisis menunjukkan bahwa provinsi seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan menunjukkan tingkat spesialisasi yang tinggi dalam subsektor padi. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam produksi padi di antara provinsi-provinsi di Indonesia. Wilayah dengan tingkat produksi tertinggi terletak di Pulau Jawa, sedangkan tingkat produksi terendah ditemukan di seluruh wilayah Papua. Temuan ini menegaskan relevansi pendekatan LQ dalam mengidentifikasi sektor-sektor kunci dan memiliki implikasi penting bagi perumusan kebijakan pengembangan pertanian berdasarkan potensi regional.
Copyrights © 2026