Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PRODUKSI DAN APLIKASI SUPLEMEN BLOK MINERAL BERBASIS BAHAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TERNAK DI DESA MUNDER, KABUPATEN LUMAJANG Abdul Halim; Qongidatul Hasna; Brilianti Putu Ananda; Ahmad Seldon Zainuddin; Tiffany Rahma Abdillah; Rena Yunita Rahman; Intan Kartika Setyawati; Illia Seldon Magfiroh
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 3 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.3085

Abstract

This program is motivated by the problem of low productivity and health of cattle in Munder Village, which is mostly caused by a lack of essential mineral intake that is vital for livestock growth and production. This community service activity was attended by 18 farmers and ranchers. This activity seeks to provide a solution through the introduction and training of making mineral block supplements to local farmers. The process of making this mineral block supplement uses ingredients that are easily found around the village and is designed so that the production costs are affordable. By utilizing local resources, it is hoped that farmers can make this supplement independently after the community development program ends. The mineral block supplement made is formulated to meet the nutritional needs of cattle, which aims to increase endurance, accelerate growth, and improve the quality of livestock production, such as meat and milk. ABSTRAKProgram ini dilatar belakangi oleh permasalahan rendahnya produktivitas dan kesehatan ternak sapi di Desa Munder, yang sebagian besar disebabkan oleh kekurangan asupan mineral esensial yang vital bagi pertumbuhan dan produksi ternak. Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh 18 orang petani/peternak. Kegiatan ini berupaya memberikan solusi melalui pengenalan dan pelatihan pembuatan suplemen mineral blok kepada para peternak lokal. Proses pembuatan suplemen mineral blok ini menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar desa dan didesain agar biaya produksinya terjangkau. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, diharapkan para peternak dapat membuat suplemen ini secara mandiri setelah program pengabdian berakhir. Suplemen mineral blok yang dibuat diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mineral ternak sapi, yang bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat pertumbuhan, dan meningkatkan kualitas hasil produksi ternak, seperti daging dan susu.
Penentuan Sektor Unggulan Komoditas Padi di Indonesia: Sebuah Pendekatan Metode Location Quotient (LQ) dan Quantum GIS (QGIS) Siti Fatimah; Dita Kusuma Wardhani; Allealova Nadya Feroza; Ahmad Zainuddin; Ati Kusmiati; Tiffany Rahma Abdillah
Agrimics Journal Vol. 3 No. 2: Juli 2026
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64118/aj.v3i2.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi provinsi-provinsi yang memiliki keunggulan komparatif dalam produksi beras di Indonesia guna mendukung perencanaan pembangunan pertanian berdasarkan keunggulan daerah. Penelitian ini menggunakan metode Location Quotient (LQ) untuk menilai tingkat spesialisasi daerah dalam produksi beras. Studi ini memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk data produksi padi dan produksi tanaman pangan di seluruh provinsi di Indonesia. Metode LQ digunakan untuk mengidentifikasi provinsi yang diklasifikasikan sebagai sektor basis dengan nilai LQ > 1, yang menunjukkan keunggulan relatif dalam produksi padi dibandingkan dengan rata-rata nasional. Analisis menunjukkan bahwa provinsi seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan menunjukkan tingkat spesialisasi yang tinggi dalam subsektor padi. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam produksi padi di antara provinsi-provinsi di Indonesia. Wilayah dengan tingkat produksi tertinggi terletak di Pulau Jawa, sedangkan tingkat produksi terendah ditemukan di seluruh wilayah Papua. Temuan ini menegaskan relevansi pendekatan LQ dalam mengidentifikasi sektor-sektor kunci dan memiliki implikasi penting bagi perumusan kebijakan pengembangan pertanian berdasarkan potensi regional.