Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROSES KEMITRAAN ANTARA INDUSTRI KECIL DENGAN PENGRAJIN SHUTTLECOCK DI DESA SUMENGKO KECAMATAN SUKOMORO KABUPATEN NGANJUK Siti Fatimah; Mustapit Mustapit
UNEJ e-Proceeding 2018: Pembangunan Pertanian dan Peran Pendidikan Tinggi Agribisnis: Peluang & Tantangan di Era Indus
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumengko Village is one of shuttlecock industry center in Sukomoro District Nganjuk Regency. Increased demand for shuttlecocks cannot be fulfilled by small industry, so that small industry form the partnership with shuttlecock craftsman especially the less-capitalized craftsman. Partnerships have boosted the economy of society dan reduced unemployment. This research was intended to know: (1) process of partnership, and (2) partnership between small industry with shuttlecock craftsman in Sumengko Village Sukomoro District Nganjuk Regency. The research area was determined by purposive method in Sumengko Village. The research used descriptive qualitative method. Determination of informant conducted by snowball and purposive sampling. The methods used in collecting data are interviews, observation, and documentation. Data analysis method used is Miles and Huberman model and Ian Dey approach. The result of the research showed that: (1) The process of partnership between small industry and shuttlecock craftsman occurs in five stages, identification of vision and mission, preparation, make agreement, socialization, and realization of agreement, (2) The partnership between small industry and shuttlecock craftsman has a good relationship because of commitment, mutual trust, awareness of weakness and strength, rule clarity, mutual sharing, risk and benefits, enthusiasm, good communication, interdependence, mutual benefit, transparency, complementarity, and encouragement.
Penentuan Sektor Unggulan Komoditas Padi di Indonesia: Sebuah Pendekatan Metode Location Quotient (LQ) dan Quantum GIS (QGIS) Siti Fatimah; Dita Kusuma Wardhani; Allealova Nadya Feroza; Ahmad Zainuddin; Ati Kusmiati; Tiffany Rahma Abdillah
Agrimics Journal Vol. 3 No. 2: Juli 2026
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64118/aj.v3i2.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi provinsi-provinsi yang memiliki keunggulan komparatif dalam produksi beras di Indonesia guna mendukung perencanaan pembangunan pertanian berdasarkan keunggulan daerah. Penelitian ini menggunakan metode Location Quotient (LQ) untuk menilai tingkat spesialisasi daerah dalam produksi beras. Studi ini memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk data produksi padi dan produksi tanaman pangan di seluruh provinsi di Indonesia. Metode LQ digunakan untuk mengidentifikasi provinsi yang diklasifikasikan sebagai sektor basis dengan nilai LQ > 1, yang menunjukkan keunggulan relatif dalam produksi padi dibandingkan dengan rata-rata nasional. Analisis menunjukkan bahwa provinsi seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan menunjukkan tingkat spesialisasi yang tinggi dalam subsektor padi. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam produksi padi di antara provinsi-provinsi di Indonesia. Wilayah dengan tingkat produksi tertinggi terletak di Pulau Jawa, sedangkan tingkat produksi terendah ditemukan di seluruh wilayah Papua. Temuan ini menegaskan relevansi pendekatan LQ dalam mengidentifikasi sektor-sektor kunci dan memiliki implikasi penting bagi perumusan kebijakan pengembangan pertanian berdasarkan potensi regional.
Pemberdayaan Pemuda Sekolah Melalui Implementasi Program PIK-R Mahasiswa KKN-K 142 Sukorejo Moh. Magistra Jahfal; Tia Ayu Sofiana; Nathania Ailene Hana Kusuma; Nita Ulin Nuha; Ratu Amilia; James Subhan; Robiah Camelia; Tubagus Zarezha; Siti Fatimah; Rico Putra Permana; Ivan Try Wicaksono; Irfan Ainun Habibi
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i2.575

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, sehingga mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup di masa dewasa. Di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, prevalensi stunting masih tinggi, salah satu penyebab utamanya adalah pernikahan dini dan kurangnya ruang aktivitas positif bagi remaja. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN Kolaboratif 142 menginisiasi program pemberdayaan pemuda melalui pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di SMK Ma’arif Bangsalsari. Program ini dirancang sebagai upaya preventif melalui pemberdayaan remaja sebagai agen perubahan. Metode pelaksanaan program meliputi sosialisasi interaktif mengenai kesehatan reproduksi, gizi seimbang, pendewasaan usia perkawinan, dan keterampilan hidup kepada 10 siswa terpilih sebagai calon pengurus PIK-R. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya organisasi PIK-R yang aktif dan antusiasme tinggi dari peserta dalam mengembangkan pengetahuan serta soft skills. Program ini berhasil mengisi kekosongan ruang aktivitas positif bagi pemuda dan menjadi intervensi hulu yang efektif untuk pencegahan stunting dengan mempersiapkan generasi muda yang lebih sadar akan kesehatan dan perencanaan masa depan.