Penerapan kebijakan Satu Data Indonesia di tingkat daerah membutuhkan data pemerintah yang rapi dan seragam. Namun, Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan menghadapi masalah karena format laporan di setiap bidangnya masih berbeda-beda.. Penelitian ini bertujuan untuk merapikan tabel data agar bisa dimasukkan ke dalam Portal Satu Data Sumsel. Tahapan kerja yang dilakukan meliputi pengumpulan data, pembersihan format tabel, penyelarasan nama kolom, pengiriman file melalui folder bersama, dan pengecekan ulang data. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa 3 data makro utama, yaitu Nilai Tingkat Kegemaran Membaca, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat, dan Persentase Pengunjung Naskah Kuno tahun 2025, berhasil tampil dengan benar dari total 15 data milik instansi di portal provinsi. Pembenahan ini terbukti berhasil mencegah adanya penginputan data ganda serta membuat informasi layanan perpustakaan daerah transparan bagi masyarakat.
Copyrights © 2026