Latar Belakang: Proyek salvage buoy merupakan salah satu kegiatan operasi kelautan yang memiliki tingkat ketidakpastian tinggi karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan operasional. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keterlambatan penyelesaian proyek apabila risiko yang muncul tidak teridentifikasi dan dikelola dengan baik. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang menyebabkan keterlambatan pada proyek salvage buoy kuning yang dilaksanakan di perairan Teluk Jakarta arah utara Muara Karang. Metode: Pengabdian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar penyebab keterlambatan proyek dan Schedule Overrun Analysis untuk mengukur tingkat deviasi antara durasi rencana dan durasi aktual proyek. Data diperoleh dari laporan pelaksanaan proyek selama periode 9–19 Desember 2025. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek yang direncanakan selesai dalam waktu enam hari mengalami keterlambatan menjadi sepuluh hari, sehingga terjadi keterlambatan selama empat hari atau sebesar 66,67% dari durasi rencana. Analisis FTA menunjukkan bahwa keterlambatan proyek dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor risiko operasional yang saling berhubungan. Kesimpulan: Keterlambatan proyek salvage buoy terjadi akibat adanya risiko operasional yang memengaruhi pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Penerapan FTA mampu mengidentifikasi hubungan sebab-akibat yang berkontribusi terhadap keterlambatan sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi mitigasi risiko untuk meningkatkan ketepatan waktu pelaksanaan proyek sejenis pada masa mendatang.
Copyrights © 2026