PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Vol. 6 No. 3 (2026)

PRAKTIK PASUNG PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA: STUDI KASUS DI MALAKA

Gabriel Hermes Poyk (Universitas Nusa Cendana)
R. Pasifikus C (Universitas Nusa Cendana)
Wijaya Wijaya (Universitas Nusa Cendana)
Diana Aipipidely (Universitas Nusa Cendana)
Christina Nayoan (Universitas Nusa Cendana)



Article Info

Publish Date
20 Jul 2026

Abstract

The practice of shackling people with mental disorders (ODGJ) still occurs in Malaka Regency. This study aims to uncover the reasons why families still practice shackling their family members with mental disorders. This study uses a qualitative method with a case study approach. Participants in this study were selected using a snowball sampling technique. Data collection was conducted through semi-structured interviews, while the data analysis technique used the Creswell model case study data analysis. The results of the study indicate that shackling is carried out as a last resort due to aggressive behavior of family members. This decision is based on the family's inability to control aggressive behavior, limited access to health services, economic limitations, and low family understanding of mental disorders. Pressure from society and family experiences when family members relapse also strengthen the family's decision to shackle their family members. Limited resources and suboptimal care make shackling the choice of families, this decision also has a negative impact on family members both physically and psychologically and adds to the emotional burden on the family. ABSTRAK Praktik pasung pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih terjadi di kabupaten Malaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap alasan keluarga masih melakukan praktik pasung pada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur, sedangkan teknik analisi data menggunakan analisi data studi kasus model creswell. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemasungan dilakukan sebagai pilihan terakhir akibat perilaku agresif anggota keluarga. Keputusan ini didasari oleh ketidakmampuan keluarga untuk mengendalikan perilaku agresif, keterbatasan akses pada layanan kesehatan, keterbatasan ekonomi, dan rendahnya pemahaman keluarga terkait gangguan jiwa. Tekanan dari masyarakat dan pengalaman keluarga saat anggota keluarganya kambuh juga memperkuat keputusan keluarga untuk melakukan pemasungan pada anggota keluarganya. Keterbatasan sumber daya dan ketidak optimalan perawatan membuat pemasungan dipilih keluarga, keputusan ini juga berdampat buruk bagi anggota keluarganya baik secara fisik, dan psikologis serta menambah beban emosional bagi keluarga.    

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

paedagogy

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences Other

Description

PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and ...