Perkembangan media sosial telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya dalam mengakses berita melalui platform video pendek seperti Tiktok. Kondisi ini mendorong media digital untuk beradaptasi dalam memproduksi dan mendistribusikan berita agar tetap relevan dengan kebutuhan audiens. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis tahapan produksi berita video pendek pada akun Tiktok Ulasan Network yang meliputi tahap praproduksi, produksi, dan pasca produksi. Kegiatan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui hasil observasi lapangan, dokumentasi, serta pengalaman lapangan peneliti selama terlibat dalam lingkungan kerja di Ulasan Network. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap praproduksi meliputi pemantauan isu, pemilihan topik, penyusunan naskah, dan perencanaan visual. Tahap produksi mencakup pengumpulan materi, perekaman narasi, penyuntingan video, serta penambahan elemen visual yang sesuai dengan karakteristik Tiktok. Sementara itu, tahap pasca produksi meliputi pengecekan kualitas konten, penyusunan keterangan, publikasi, dan evaluasi performa video. Kegiatan ini menemukan bahwa produksi berita Tiktok menuntut jurnalis untuk memiliki keterampilan multimedia, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan algoritma media sosial tanpa mengabaikan prinsip–prinsip jurnalistik. Dengan demikian, berdasarkan hasil lapangan yang sejalan dengan Teori Penggunaan dan Kepuasan (Uses and Gratifications) yang dikembangkan oleh Katz, Blumler, dan Gurevitch (1974), Review Network telah terbukti berhasil menggabungkan kebutuhan audiens media sosial yang terus berubah dengan jurnalisme konvensional. Hal ini dibuktikan dengan konten video pendek yang memenuhi kebutuhan audiens akan informasi yang ringkas, visual, dan interaktif. Menurut van Dijck dan Poell (2013), penerapan logika platform mendukung keberhasilan ini. Dengan menggunakan logika platform, Ulasan Network secara sadar menyesuaikan ritme produksi (pemantauan isu hingga publikasi) dengan cara yang sama seperti algoritma Tiktok yang mengutamakan kecepatan dan viralitas. Semua ini dilakukan tanpa mengorbankan prinsip akurasi dan verifikasi jurnalistik yang ditetapkan oleh kode etik jurnalistik.
Copyrights © 2026