ABSTRACT Critical thinking is an essential competency in history learning because it enables students to analyze, evaluate, and interpret historical events objectively. However, students' critical thinking skills remain relatively low due to learning practices that are still dominated by memorization and the limited use of learning resources that encourage the analysis of multiple historical perspectives. In addition, history textbooks containing ideological perspectives have the potential to foster critical thinking by presenting diverse viewpoints, yet studies examining their relationship with students' critical thinking skills remain limited. Therefore, this study aimed to analyze the relationship between the use of ideology-based history textbooks and the critical thinking skills of eleventh-grade students at SMA Ta'miriyah Surabaya. This study employed a quantitative approach using an ex post facto design. The sample consisted of 29 students selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire measuring students' perceptions of ideology-based history textbooks and a critical thinking skills test. The data were analyzed using descriptive statistics, prerequisite tests, correlation analysis, and simple linear regression. The findings indicate that students' positive perceptions of the use of ideology-based history textbooks are associated with better critical thinking skills. The use of these textbooks contributes to students' ability to interpret, analyze, evaluate, draw conclusions, provide explanations, and reflect critically on historical information, although other factors also influence these skills. The study concludes that the use of ideology-based history textbooks has a positive relationship with students' critical thinking skills and can serve as an alternative learning resource to support history instruction that promotes higher-order thinking skills. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial dalam pembelajaran sejarah karena memungkinkan peserta didik menganalisis, mengevaluasi, dan menginterpretasikan berbagai peristiwa sejarah secara objektif. Namun, kemampuan berpikir kritis peserta didik masih relatif rendah akibat pembelajaran yang cenderung berorientasi pada hafalan serta belum optimalnya pemanfaatan sumber belajar yang mampu mendorong analisis terhadap berbagai perspektif sejarah. Di sisi lain, penggunaan buku ajar sejarah bermuatan ideologi berpotensi membangun kemampuan berpikir kritis melalui penyajian sudut pandang yang beragam, tetapi kajian mengenai hubungannya dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan buku ajar sejarah bermuatan ideologi dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI SMA Ta'miriyah Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto. Sampel penelitian terdiri atas 29 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket persepsi penggunaan buku ajar sejarah bermuatan ideologi dan tes kemampuan berpikir kritis, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, analisis korelasi, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi positif peserta didik terhadap penggunaan buku ajar sejarah bermuatan ideologi berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik. Penggunaan buku ajar tersebut turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan kemampuan peserta didik dalam menginterpretasikan, menganalisis, mengevaluasi, menarik kesimpulan, memberikan penjelasan, serta merefleksikan informasi sejarah secara kritis, meskipun masih terdapat faktor lain yang memengaruhi kemampuan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan buku ajar sejarah bermuatan ideologi memiliki hubungan positif dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik sehingga dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pembelajaran sejarah yang mendorong terbentuknya kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Copyrights © 2026