Komunikasi efektif merupakan pilar utama dalam menunjang koordinasi interprofesional di rumah sakit demi menjamin keselamatan pasien dan mutu pelayanan. Namun, hubungan kerja antara petugas rekam medis dan tenaga keperawatan kerap diwarnai hambatan komunikasi akibat tingginya bebankerja dan perbedaan prioritas tugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan komunikasi efektif antara petugas rekam medis dengan tenaga keperawatan menggunakan pisau analisis metode REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, dan Humble) di Rumah SakitBaptis Kediri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dihimpun melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam dengan informan kunci dari kedua unit, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, kelima prinsip REACHtelah diinternalisasikan oleh petugas. Faktor penghambat yang dominan ditemukan pada dimensi Audible dan Clarity yang dipicu oleh gangguan situasional lingkungan kerja yang bising dan penyampaian pesan yang tergesa-gesa saat jam sibuk pelayanan. Di sisi lain, tidak adanya SOP tertuliskhusus mengenai komunikasi interprofesional berbasis REACH menjadi celah institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun komunikasi berjalan cukup efektif, manajemen rumah sakit perlu merumuskan regulasi taktis berupa SOP komunikasi berbasis REACH dan melaksanakan pelatihanterjadwal demi meminimalkan risiko miskomunikasi dokumen rekam medis.
Copyrights © 2026