Soraya Soraya
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM PENGISIAN GENERAL CONSENT DI TPP RSUD KABUPATEN JOMBANG Soraya Soraya; Hafiz Nayotama; Tri Murni
JRMIK Vol 4 No 2 (2023): JOURNAL OF MEDICAL RECORDS AND HEALTH INFORMATION
Publisher : Malang: Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58535/jrmik.v4i2.57

Abstract

Background: Effective communication is a communication that is able to produce attitude change in the people involvedin the communication. General Consent sheet is a consent sheet given to the patient or family after receiving a completeexplanation from the registration officer.Objective : The purpose of this study was to find out whether the officers at the Patient Registration Center had appliedeffective communication in explaining the content and purpose of the General Consent to patients.Methods : This type of research used a descriptive method with a quantitative approach. Researchers used data collectiontechniques with questionnaires which were distributed to 68 patients and 4 officers at TPP Jombang District Hospital.Results : The level of understanding of officers about the SOP for filling in General Consent only has a percentage of25%. The level of patient understanding of filling out the General Consent. related to filling in the Name on the GeneralConsent sheet has a percentage of 97%, filling in Medical Record Number Medical Record has a percentage of 88.2%,filling out a statement for payment has a percentage of 90%, filling in locqtion, date and time has a percentage of 85%,filling in a signature and clear name has a percentage of 88%, filling in the witness's signature has a percentage of 88%and finally the signature of witnesses from the patient's family has a percentage of 97%. The implementation of effectivecommunication between officers and patients in filling out General Consent was apparently has not optimal and onlyhad an average score below 50.Conclusion : From the results of the study, the researchers found that effective communication between staff andpatients at the TPP RSUD Jombang Regency had not been implemented properly. delivery of information or thoughtsregarding the patient's condition, medical and non-medical actions, treatment plans and the patient's rights andobligations while being treated or carrying out an examination at the hospital.
ANALISIS KOMUNIKASI EFEKTIF PETUGAS REKAM MEDIS DENGAN TENAGA KEPERAWATAN DENGAN METODE REACH DI RUMAH SAKIT BAPTIS KEDIRI Soraya Soraya; Firgiana Putri Duari
JRMIK Vol 7 No 2 (2026): JOURNAL OF MEDICAL RECORDS AND HEALTH INFORMATION
Publisher : Malang: Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58535/jrmik.v7i2.104

Abstract

Komunikasi efektif merupakan pilar utama dalam menunjang koordinasi interprofesional di rumah sakit demi menjamin keselamatan pasien dan mutu pelayanan. Namun, hubungan kerja antara petugas rekam medis dan tenaga keperawatan kerap diwarnai hambatan komunikasi akibat tingginya bebankerja dan perbedaan prioritas tugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan komunikasi efektif antara petugas rekam medis dengan tenaga keperawatan menggunakan pisau analisis metode REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, dan Humble) di Rumah SakitBaptis Kediri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dihimpun melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam dengan informan kunci dari kedua unit, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, kelima prinsip REACHtelah diinternalisasikan oleh petugas. Faktor penghambat yang dominan ditemukan pada dimensi Audible dan Clarity yang dipicu oleh gangguan situasional lingkungan kerja yang bising dan penyampaian pesan yang tergesa-gesa saat jam sibuk pelayanan. Di sisi lain, tidak adanya SOP tertuliskhusus mengenai komunikasi interprofesional berbasis REACH menjadi celah institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun komunikasi berjalan cukup efektif, manajemen rumah sakit perlu merumuskan regulasi taktis berupa SOP komunikasi berbasis REACH dan melaksanakan pelatihanterjadwal demi meminimalkan risiko miskomunikasi dokumen rekam medis.
KOMUNIKASI EFEKTIF PETUGAS REKAM MEDIS DALAM PELAYANAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Soraya Soraya; Ervita Nindy Oktoriani; Taufiq Soeltanto; Donata Leliyanti Anul
JRMIK Vol 7 No 1 (2026): JOURNAL OF MEDICAL RECORDS AND HEALTH INFORMATION
Publisher : Malang: Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58535/jrmik.v7i1.96

Abstract

Komunikasi efektif merupakan komponen penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya pada pelayanan rawat jalan yang melibatkan interaksi intensif antara petugas dan pasien. Petugas rekam medis berperan sebagai garda depan pelayanan administrasi sekaligus penghubung awal antara pasien dan sistem pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan komunikasi efektif oleh petugas rekam medis dalam pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan menerapkan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi petugas rekam medis pada umumnya telah berjalan dengan cukup efektif dan memenuhi prinsip komunikasi efektif yang meliputi respect, empathy, audible, clarity, dan humble. Namun demikian, masih ditemukan hambatan komunikasi berupa penggunaan istilah administratif yang kurang dipahami pasien, keterbatasan waktu pelayanan pada jam sibuk, serta tingginya beban kerja yang memengaruhi optimalisasi empati, terutama terhadap pasien lanjut usia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi petugas rekam medis tergolong efektif, tetapi masih memerlukan penguatan kompetensi komunikasi interpersonal dan dukungan sistem pelayanan guna meningkatkan mutu pelayanan rawat jalan yang berorientasi pada pasien.