Kecemasan matematika dapat menghambat kenyamanan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Inquiry Based Learning terhadap kecemasan matematika siswa di SMA N 1 Sedayu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental dan desain pretest-posttest control group design. Sampel terdiri atas 68 siswa kelas XI, yaitu 34 siswa kelas eksperimen dan 34 siswa kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui angket kecemasan matematika dan dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, independent sample t-test, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecemasan matematika pada pretest antara kelas eksperimen dan kontrol dengan Sig. 0,813 > 0,05. Pada posttest, terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas dengan Sig. 0,001 < 0,05. Secara deskriptif, rata-rata kecemasan kelas eksperimen menurun dari 55,71 menjadi 53,35. Namun, hasil paired sample t-test menunjukkan bahwa penurunan tersebut belum signifikan secara statistik dengan Sig. 0,115 > 0,05. Dengan demikian, Inquiry Based Learning belum dapat dinyatakan efektif secara kuat dalam menurunkan kecemasan matematika, tetapi menunjukkan kecenderungan positif dan perbedaan pada pengukuran akhir.
Copyrights © 2026