Kesulitan siswa dalam memahami konsep fluida statis menjadi masalah yang terus berlanjut dalam pembelajaran fisika. Tingkat pemahaman konseptual yang terbatas menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang aktif melibatkan siswa sepanjang proses pembelajaran. Studi ini dirancang untuk menyelidiki pengaruh model pembelajaran Guided Inquiry terhadap hasil belajar kognitif siswa pada topik fluida statis di SMAN 37 Jakarta dengan mempertimbangkan Intelligence Quotient (IQ) sebagai kovariat. Metode kuasi-eksperimental dengan desain non-equivalent control group diimplementasikan, melibatkan satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry, sedangkan kelas kontrol menggunakan model PBL. Data penelitian dikumpulkan dari tes prestasi kognitif dan skor IQ siswa yang tercatat. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney, analisis korelasi Spearman dan Pearson, dan uji Quade. Data memperlihatkan siswa yang terlibat dalam pembelajaran Guided Inquiry menunjukan hasil belajar lebih baik dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol. Perbedaan tersebut didukung oleh hasil uji Mann–Whitney yang menunjukkan signifikansi (p < 0,001). Hubungan antara IQ dan hasil belajar menunjukkan pola yang berbeda di antara kedua kelompok. Pada kelas kontrol, hubungan positif berkekuatan sedang yang terbukti signifikan (r = 0,458; p = 0,0049), sedangkan kelas eksperimen menunjukkan korelasi positif yang sangat kuat namun tidak signifikan (r = 0,821; p = 0,4176). Selanjutnya, uji Quade menghasilkan nilai signifikansi p < 0,001, adanya kontribusi pembelajaran terhadap berbasis peranan model Guided Inquiry dalam meningkatkan hasil belajar siswa tetap signifikan setelah dikontrol oleh IQ. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Guided Inquiry memberikan dampak positif terhadap hasil belajar kognitif siswa dalam mempelajari konsep fluida statis.
Copyrights © 2026