Keterampilan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran biologi abad ke-21, terutama pada materi keanekaragaman hayati yang berkaitan erat dengan isu kerusakan lingkungan dan upaya pelestarian. Namun, keberhasilan pembelajaran berbasis masalah tidak hanya ditentukan oleh model pembelajaran yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas agar proses diskusi, pemecahan masalah, dan interaksi siswa berlangsung efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kelas dalam penerapan model Problem Based Learning pada materi keanekaragaman hayati serta pengaruhnya terhadap keterampilan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan siswa. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan embedded design dan pendekatan kuantitatif dominan. Subjek penelitian adalah 35 siswa kelas X SMA Negeri 11 Semarang. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis, angket sikap peduli lingkungan, dan lembar observasi manajemen kelas. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji normalitas, paired sample t-test, N-Gain, dan effect size, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pelaksanaan manajemen kelas dalam pembelajaran PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan manajemen kelas melalui manajemen kurikulum dan instruksional, perilaku siswa, lingkungan fisik, serta lingkungan sosial kelas yang didukung oleh penerapan prinsip dan pendekatan manajemen kelas. Penerapan tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai dari 8,94 pada pretest menjadi 22,20 pada posttest, nilai N-Gain sebesar 0,88 (kategori tinggi), dan effect size sebesar 4,734 (kategori sangat tinggi). Hasil angket menunjukkan bahwa sikap peduli lingkungan siswa berada pada kategori mulai berkembang dengan rata-rata skor 3,33 dan persentase 83,45%. Oleh karena itu, penerapan model PBL yang didukung oleh manajemen kelas yang efektif mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis sekaligus menumbuhkan sikap peduli lingkungan siswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran manajemen kelas sebagai faktor pendukung keberhasilan pembelajaran berbasis masalah dalam mengembangkan kompetensi abad ke-21.
Copyrights © 2026