Latar Belakang: Keaktifan belajar dan kemampuan berpikir kritis merupakan dua kompetensi abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, pembelajaran PAI di kelas X-B SMAN 1 Kota Kediri masih didominasi pendekatan teacher-centered sehingga siswa cenderung pasif dan kurang terlatih menganalisis masalah secara kritis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan Problem Based Learning (PBL) berbasis LKPD studi kasus pada materi Syaja’ah. Metode: Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 27 siswa kelas X-B SMAN 1 Kota Kediri tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui lembar observasi keaktifan belajar, rubrik penilaian berpikir kritis, wawancara semi-terstruktur, dan angket respons siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Keaktifan belajar siswa meningkat dari 25,9% (pra siklus) menjadi 51,9% (siklus I) dan 85,2% (siklus II), sedangkan kemampuan berpikir kritis meningkat dari 11,1% menjadi 22,2% dan 81,5%, keduanya melampaui indikator keberhasilan 75%. Respons siswa terhadap pembelajaran turut meningkat dari 49,9% menjadi 81,7% dengan kategori sangat positif. Kesimpulan: Penerapan PBL berbasis LKPD studi kasus terbukti efektif meningkatkan keaktifan belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X-B pada pembelajaran PAI materi Syaja’ah, sehingga layak dikembangkan sebagai pendekatan pembelajaran PAI yang lebih kontekstual.
Copyrights © 2026