Penelitian tentang minat tahfidz siswa umumnya masih menekankan aspek motivasi secara umumdan belum banyak mengkaji secara rinci kontribusi masing-masing indikator dalam dimensi intrinsikdan ekstrinsik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif minat siswa MadrasahAliyah dalam menghafal Al-Qur’an berdasarkan dimensi intrinsik dan ekstrinsik. Penelitian inimenggunakan desain kuantitatif cross-sectional yang melibatkan 28 responden melalui teknik totalsampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya sertadianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasilpenelitian menunjukkan dimensi intrinsik memiliki peran lebih dominan dalam membentuk minat siswamenghafal Al-Qur’an. Sebagian besar siswa melaporkan tidak mengalami kesulitan yang berkaitandengan keterbatasan pengetahuan tajwid (46,4%), kosakata bahasa Arab (39,2%), maupun perubahanjadwal pembelajaran (35,7%). Niat internal muncul sebagai pendorong utama motivasi menghafal AlQur’an (35,7%). Sebaliknya, dimensi ekstrinsik berfungsi terutama sebagai faktor pendukung. Siswamenyatakan kadang-kadang termotivasi oleh pemberian reward (35,7%) serta jarang mengalamipengaruh negatif dari teguran guru (39,3%) maupun teman sebaya (42,9%). Fasilitas belajar tidakdipersepsikan sebagai hambatan dalam proses menghafal Al-Qur’an (35,7%). Penelitian iniberkontribusi secara ilmiah dengan memberikan pemetaan granular terhadap konstruk minat tahfidzsiswa, yang dapat menjadi dasar pengembangan strategi pembelajaran tahfidz berbasis penguatanmotivasi intrinsik dengan dukungan faktor ekstrinsik yang proporsional.
Copyrights © 2026