Tradisi merariq pada masyarakat Suku Sasak merupakan praktik pernikahan adat yang masih dilestarikan dan berkaitan erat dengan nilai sosial dan religius. Penelitian sebelumnya cenderung meninjau merariq dari perspektif antropologi budaya dan hukum adat, sementara kajian yang mengkaji sebagai media internalisasi nilai pendidikan Islam masih terbatas, khususnya di Lingkungan Petemon Pagutan Timur, Kota Mataram. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi merariq serta menjelaskan proses internalisasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif jenis field research, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana serta diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merariq mengandung nilai tanggung jawab, musyawarah, religiusitas, syukur, dan akhlak yang terinternalisasi melalui tahapan adat hingga doa bersama. Tradisi ini berfungsi sebagai media pendidikan karakter religius berbasis budaya lokal.
Copyrights © 2026