Penelitian ini mengkaji eksploitasi romusha di pertambangan batu bara Blok Madur, Bayah pada masa pendudukan Jepang dengan fokus pada proses pengerahan, kondisi kerja, dampak, dan persoalan keadilan bagi para korban. Penelitian menggunakan metode sejarah melalui studi literatur, analisis dokumen, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa romusha direkrut melalui bujukan, tipu muslihat, dan paksaan, lalu dipekerjakan dalam kondisi yang berat dan tidak manusiawi tanpa perlindungan keselamatan, upah layak, maupun jaminan kesehatan. Eksploitasi ini menimbulkan dampak fisik, psikis, dan sosial yang berkepanjangan. Pascaperang, para korban belum memperoleh pengakuan dan pemulihan yang memadai. Di sisi lain, ingatan kolektif tentang romusha di Bayah terus memudar akibat hilangnya jejak fisik dan berkurangnya saksi sejarah. Oleh karena itu, dokumentasi sejarah penting untuk menjaga ingatan kolektif dan memberikan pengakuan kepada para korban.
Copyrights © 2026