Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia dengan angka kejadian yang terus meningkat. Pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti sering bergantung pada sprai kimia sintesis yang berisiko terhadap kesehatan dan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan DBD dan memberikan solusi praktis melalui pemberian edukasi terkait pembuatan sprai anti nyamuk berbahan organik di RT. 4 Dusun Sintokan, Cangkringan, Sleman. Metode pelaksanaan mencakup tahan persiapan, pelaksanaan (edukasi interaktif dan demonstrasi pembuatan sprai anti-nyamuk dari serai), serta evaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 32 orang. Proporsi peserta dengan tingkat pengetahuan kategori baik mengenai faktor risiko penularan dan pencegahan DBD mengalami peningkatan dari 40,62% menjadi 81,25% setelah penyuluhan. Edukasi disertai pelatihan keterampilan dalam memanfaatkan bahan organik sebagai bahan pengusir nyamuk yang lebih aman dan ramah lingkungan efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam upaya pencegahan DBD secara mandiri. Pemantauan secara berkelanjutan penerapan perilaku pencegahan di tingkat rumah tangga diharapkan dapat menurunkan angka kejadian DBD.
Copyrights © 2026