Status gizi yang baik merupakan faktor penting yang menentukan pertumbuhan, perkembangan, kesehatan, serta kemampuan belajar anak. Namun, masalah gizi seperti stunting, anemia, dan pola konsumsi pangan yang tidak seimbang masih menjadi tantangan di Indonesia. Kondisi tersebut dapat memengaruhi konsentrasi, daya ingat, prestasi akademik, dan produktivitas anak. Pemerintah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupaya meningkatkan status gizi peserta didik dengan menyediakan makanan bergizi seimbang di sekolah. Keberhasilan program ini memerlukan edukasi kepada siswa, guru, dan orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dan kebiasaan makan sehat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang serta mendukung implementasi Program MBG. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2026 di salah satu sekolah dasar di Indonesia dengan melibatkan 50 siswa kelas IV–VI. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan gizi seimbang, edukasi Program MBG, demonstrasi penyusunan menu sehat, permainan edukatif, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan distribusi frekuensi, persentase, dan perubahan nilai rata-rata pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 63,2 sebelum edukasi menjadi 90,1 setelah kegiatan. Sebanyak 92,0% peserta mampu menjelaskan konsep gizi seimbang, 90,0% memahami manfaat Program MBG, 88,0% mampu memilih makanan sehat, dan 94,0% termotivasi mengonsumsi makanan bergizi setiap hari. Guru dan orang tua juga memberikan respons positif terhadap kegiatan. Edukasi Program MBG terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran siswa mengenai gizi seimbang sehingga dapat mendukung keberhasilan program pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan prestasi belajar anak
Copyrights © 2026