Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROMOSI KESEHATAN PENTINGNYA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI ANAK DI DESA TANGKIL WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTUL Nurul Aini Suria Saputri; Dewi Parwati; Yulfira Firdaus; Evis Ritawani Hasibuan; Lidia Fitri; Rahmat Pannyiwi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49479

Abstract

Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang mencakup masa sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun, dikenal sebagai fase emas yang menentukan kesehatan, kecerdasan, dan kualitas hidup seseorang di masa depan. Kekurangan gizi pada periode ini dapat mengakibatkan dampak jangka panjang seperti stunting, hambatan perkembangan otak, hingga menurunnya produktivitas di usia dewasa. Desa Tangkil, yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sentul, merupakan salah satu daerah yang menghadapi masalah gizi anak dan prevalensi stunting yang memerlukan intervensi promotif-preventif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama 1000 HPK melalui kegiatan promosi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah edukatif, diskusi interaktif, dan demonstrasi pembuatan MP-ASI dengan bahan pangan lokal. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai nutrisi ibu hamil, ASI eksklusif, dan MP-ASI tepat waktu dari 40% menjadi 85%. Peserta juga menyatakan komitmen untuk menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini membuktikan bahwa promosi kesehatan berbasis komunitas efektif dalam membangun kesadaran pentingnya 1000 HPK, yang diharapkan dapat membantu menurunkan angka stunting dan meningkatkan status gizi anak di Desa Tangkil.
Pengaruh Edukasi Gizi Berbasis Game Online Terhadap Pengetahuan Anak Sekolah Tentang Makanan Sehat Lidia Fitri; Devin Mahendika; Juenita Elfunam Mado; Mahfuzhoh Fadillah Heryanda; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1002

Abstract

Background: Elementary school children's nutritional knowledge remains low, potentially leading to unhealthy eating behaviors and long-term health risks. Traditional educational methods tend to be less engaging for children, necessitating an interactive approach that can enhance understanding and motivation to learn. Objective: This study aimed to evaluate the effect of online game-based nutrition education on school children's knowledge of healthy eating. Methods: The study used a quasi-experimental pre-test and post-test design with 60 students in grades 4-6 of elementary school in District X. The research instrument was a validated nutritional knowledge questionnaire consisting of 20 multiple-choice questions regarding healthy food types, balanced nutrition, and good eating habits. The intervention was conducted for 2 weeks, with each session lasting 20–30 minutes. Data were analyzed using a paired t-test with a significance level of p < 0.05. Results: The study showed a significant increase in students' nutritional knowledge scores after participating in online game-based education, with the average score increasing from 12.5 ± 3.2 to 17.8 ± 2.5 (p < 0.001). This indicates that the intervention was effective in improving children's understanding of healthy eating. Conclusion: Online game-based nutrition education has been shown to be effective in improving schoolchildren's knowledge of healthy eating. This method is recommended as a fun and interactive nutrition learning strategy, with long-term potential to shape healthy eating behaviors from an early age.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sebagai Intervensi Pemerintah Dalam Meningkatkan Kesehatan Dan Prestasi Belajar Anak Rahmat Pannyiwi; Lidia Fitri
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi yang baik merupakan faktor penting yang menentukan pertumbuhan, perkembangan, kesehatan, serta kemampuan belajar anak. Namun, masalah gizi seperti stunting, anemia, dan pola konsumsi pangan yang tidak seimbang masih menjadi tantangan di Indonesia. Kondisi tersebut dapat memengaruhi konsentrasi, daya ingat, prestasi akademik, dan produktivitas anak. Pemerintah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupaya meningkatkan status gizi peserta didik dengan menyediakan makanan bergizi seimbang di sekolah. Keberhasilan program ini memerlukan edukasi kepada siswa, guru, dan orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dan kebiasaan makan sehat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang serta mendukung implementasi Program MBG. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2026 di salah satu sekolah dasar di Indonesia dengan melibatkan 50 siswa kelas IV–VI. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan gizi seimbang, edukasi Program MBG, demonstrasi penyusunan menu sehat, permainan edukatif, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan distribusi frekuensi, persentase, dan perubahan nilai rata-rata pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 63,2 sebelum edukasi menjadi 90,1 setelah kegiatan. Sebanyak 92,0% peserta mampu menjelaskan konsep gizi seimbang, 90,0% memahami manfaat Program MBG, 88,0% mampu memilih makanan sehat, dan 94,0% termotivasi mengonsumsi makanan bergizi setiap hari. Guru dan orang tua juga memberikan respons positif terhadap kegiatan. Edukasi Program MBG terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran siswa mengenai gizi seimbang sehingga dapat mendukung keberhasilan program pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan prestasi belajar anak
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan Kepatuhan Melakukan Antenatal Care (ANC) Lidia Fitri; Rohmi Rohmi; Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i1.902

Abstract

Pregnancy compliance with antenatal care (ANC) is crucial for preventing pregnancy complications and ensuring the health of both mother and fetus. Knowledge of pregnancy danger signs is a key factor influencing ANC compliance. This study aims to determine the relationship between knowledge of pregnancy danger signs and ANC compliance. The study used a cross-sectional study design, with a sample of 100 pregnant women visiting the Integrated Health Post (Posyandu) and Community Health Center (Puskesmas) in District X, selected using purposive sampling. Data were collected through a structured questionnaire regarding knowledge of pregnancy danger signs and ANC visit records. Data analysis was performed using the Chi-square test to determine the relationship between variables. The results showed that pregnant women with good knowledge had higher ANC compliance than those with poor knowledge (p = 0.001; OR = 3.5). Conclusion: There is a significant relationship between knowledge of pregnancy danger signs and ANC compliance. Antenatal education and counseling efforts are essential to improve maternal compliance.