Berdasarkan Indonesia National Adolescents Mental Health Survey (I- NAMHS menunjukkan 1 dari 3 remaja memiliki masalah kesehatan mental. Gangguan mental paling banyak diderita remaja adalah gangguan kecemasan sebanyak 3,7%. Berdasarkan laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi angka kejadian depresi pada penduduk umur ≥ 15 tahun mencapai 0.8% di Sumatera Barat. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kesehatan mental remaja meliputi paparan terhadap kesulitan, tekanan untuk menyesuaikan diri dengan teman sebaya, eksplorasi identitas seksual, dan peningkatan akses ke penggunaan teknologi termasuk media sosial. Beberapa resiko penggunaan media sosial adalah kecanduan internet, paparan konten yang tidak pantas, depresi, cyberbullying, dan kurang tidur. Sehingga diperlukan dari berbagai pihak baik remaja sendiri, keluarga maupun tenaga kesehatan memberikan edukasi penggunaan media sosial secara sehat dalam pencegahan kesehatan mental pada remaja. Tujuan pengabmas ini agar meningkatan pengetahuan dan perilaku penggunaan media sosial dalam pencegahan kesehatan mental pada remaja putri. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan melakukan edukasi kepada remaja putri didampingi oleh orangtuanya setelah itu dilakukan sesi tanya jawab. Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh 30 orang remaja putri beserta orangtua. Dengan adanya pemberikan edukasi ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja dalam menggunakan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan mental remaja di era digital.
Copyrights © 2026