Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan global yang memerlukan perhatian khusus karena bersifat kronik,progresif, dan sering kali tanpa gejala. Salah satu faktor non-fisik yang berperan dalam kejadian hipertensiadalah stres, yang dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui aktivasi sistem saraf simpatis danpelepasan hormon kortisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadianhipertensi pada pasien BPJS di wilayah kerja Puskesmas Pare, Kabupaten Kediri. Desain penelitian yangdigunakan adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakatpengguna BPJS di Kelurahan Pare dan Desa Tulungrejo, dengan jumlah responden sebanyak 210 orang yangdipilih menggunakan teknik cluster sampling . Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner,sedangkan data sekunder diperoleh dari Puskesmas Pare. Hasil uji Koefisien Kontingensi menunjukkan terdapathubungan signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi (p . value = 0,000). Responden denganstres sedang memiliki proporsi hipertensi tertinggi (75%), diikuti oleh stres ringan (35,4%), sedangkan yangtidak mengalami stres memiliki proporsi terendah (17,6%). Kesimpulannya, terdapat hubungan yang kuatantara tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada pasien BPJS di wilayah kerja Puskesmas Pare.Kata kunci: Stres, Hipertensi, BPJS, Epidemiologi, Layanan Kesehatan Primer
Copyrights © 2026