Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, identifikasi masalah penelitian inimencakup beberapa aspek penting berupa jam kerja panjang, tuntutan fisik tinggi, sertakondisi lingkungan kerja yang kurang memadai, sehingga berisiko menimbulkan kelelahankerja yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas. Selain itu durasi atau lama kerjamenjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kelelahan kerja, dimana semakinlama seseorang berdagang (dalam jam per hari), semakin tinggi kemungkinan terjadinyaakumulasi kelelahan fisik, mental, dan emosional. Oleh karena itu, peneliti tertarik untukmelakukan penelitian mengenai hubungan durasi bekerja dengan tingkat kelelahan kerja padapedagang sembako di Pasar Tondano Kabupaten Minahasa. Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui hubungan durasi bekerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pedagang sembakodi pasar Tondano Kabupaten Minahasa. Metode penelitian ini menggunakan metodepenelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif. Desain yang digunakan dalam penelitian inimenggunakan pendekatan cross-sectional. Variabel pada penelitian ini terbagi dua, yaituvariabel dependen berupa kelelahan kerja, dan variabel independen berupa durasi bekerja.Penelitian ini akan dilakukan di pasar Tondano, Kabupaten Minahasa dan pengambilan dataakan dilaksanakan pada bulan April 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhpedagang sembako di Pasar Tondano, Kabupaten Minahasa sebanyak 58 responden. Adapunbesaran sampel dalam penelitian ini sejumlah 58 responden dengan menggunakan rumus totalsampling. Berdasarkan hasil dari penelitian dan pembahasan tentang hubungan durasi bekerjadengan tingkat kelelahan kerja pada pedagang sembako di Pasar Tondano KabupatenMinahasa, maka dapat diambil kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki durasi kerjalebih dari 8 jam per hari yaitu sebanyak 55 orang (94,8%), sedangkan responden yang bekerjakurang dari 8 jam hanya sebanyak 3 orang (5,2%). Sebagian besar responden mengalamikelelahan kerja. Responden yang berada pada kategori lelah sebanyak 25 orang (43,1%) dankategori sangat lelah sebanyak 21 orang (36,2%), sehingga total responden yang mengalamikelelahan kerja mencapai 46 orang (79,3%). Sementara itu, responden yang tidak mengalamikelelahan kerja sebanyak 12 orang (20,7%). Berdasarkan hasil uji bivariat menggunakan ujikorelasi Spearman diperoleh nilai signifikansi (p) sebesar 0,008 (<0,05) dengan nilaikoefisien korelasi (r) sebesar 0,345. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubunganyang signifikan antara durasi bekerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pedagang di PasarTondano Selatan Kabupaten Minahasa. Hubungan yang terbentuk bersifat positif dengankekuatan korelasi lemah, yang berarti semakin lama durasi bekerja yang dilakukan pedagangmaka semakin tinggi tingkat kelelahan kerja yang dialami. Sebaliknya, semakin pendek durasibekerja maka tingkat kelelahan kerja cenderung lebih rendah.
Copyrights © 2026