p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Merdekawati E. Weken
Universitas Negeri Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Dalam Pencegahan Bahaya Listrik Di Lingkungan Kerja Di PT.PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa: Jemita Dodo Bumbungan; Prycilia P. Mamuaja; Merdekawati E. Weken
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.863

Abstract

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya bahaya listrik di lingkungan kerja yang memiliki risiko tinggi, termasuk pada sektor ketenagalistrikan. PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa merupakan unit kerja yang memiliki potensi bahaya listrik sehingga memerlukan penerapan SMK3 yang efektif untuk melindungi pekerja dan mencegah kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dalam pencegahan bahaya listrik di lingkungan kerja PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian berjumlah tujuh orang yang terdiri dari Manager, Pejabat K3L, Junior Official K3L, Teknisi Umum, Teknisi SCADA, Security, dan Cleaning Service yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMK3 di PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa telah dilaksanakan melalui kebijakan dan komitmen manajemen yang kuat, perencanaan K3 yang meliputi identifikasi bahaya dan pengendalian risiko, pelaksanaan K3 melalui penggunaan alat pelindung diri dan pelatihan keselamatan kerja, pemantauan dan evaluasi secara berkala, serta peninjauan dan peningkatan kinerja K3 secara berkelanjutan. Implementasi SOP K3 kelistrikan dilakukan melalui penerapan HIRARC, safety briefing, working permit, penggunaan APD, serta pengawasan pekerjaan. Meskipun demikian, masih diperlukan peningkatan media promosi K3 dan penguatan kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan kerja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan SMK3 di PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa telah berjalan dan berperan penting dalam pencegahan bahaya listrik di lingkungan kerja.
Hubungan Durasi Bekerja dengan Tingkat Kelelahan Kerja Pada Pedagang Sembako di Pasar Tondano Kabupaten Minahasa Nadia Tamba; Achmad Paturusi; Merdekawati E. Weken
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.900

Abstract

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, identifikasi masalah penelitian ini mencakup beberapa aspek penting berupa jam kerja panjang, tuntutan fisik tinggi, serta kondisi lingkungan kerja yang kurang memadai, sehingga berisiko menimbulkan kelelahankerja yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas. Selain itu durasi atau lama kerja menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kelelahan kerja, dimana semakin lama seseorang berdagang (dalam jam per hari), semakin tinggi kemungkinan terjadinya akumulasi kelelahan fisik, mental, dan emosional. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan durasi bekerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pedagang sembako di Pasar Tondano Kabupaten Minahasa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan durasi bekerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pedagang sembakodi pasar Tondano Kabupaten Minahasa. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Variabel pada penelitian ini terbagi dua, yaitu variabel dependen berupa kelelahan kerja, dan variabel independen berupa durasi bekerja. Penelitian ini akan dilakukan di pasar Tondano, Kabupaten Minahasa dan pengambilan data akan dilaksanakan pada bulan April 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang sembako di Pasar Tondano, Kabupaten Minahasa sebanyak 58 responden. Adapun besaran sampel dalam penelitian ini sejumlah 58 responden dengan menggunakan rumus total sampling. Berdasarkan hasil dari penelitian dan pembahasan tentang hubungan durasi bekerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pedagang sembako di Pasar Tondano Kabupaten Minahasa, maka dapat diambil kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki durasi kerja lebih dari 8 jam per hari yaitu sebanyak 55 orang (94,8%), sedangkan responden yang bekerja kurang dari 8 jam hanya sebanyak 3 orang (5,2%). Sebagian besar responden mengalamikelelahan kerja. Responden yang berada pada kategori lelah sebanyak 25 orang (43,1%) dan kategori sangat lelah sebanyak 21 orang (36,2%), sehingga total responden yang mengalami kelelahan kerja mencapai 46 orang (79,3%). Sementara itu, responden yang tidak mengalami kelelahan kerja sebanyak 12 orang (20,7%). Berdasarkan hasil uji bivariat menggunakan uji korelasi Spearman diperoleh nilai signifikansi (p) sebesar 0,008 (<0,05) dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,345. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara durasi bekerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pedagang di Pasar Tondano Selatan Kabupaten Minahasa. Hubungan yang terbentuk bersifat positif dengan kekuatan korelasi lemah, yang berarti semakin lama durasi bekerja yang dilakukan pedagang maka semakin tinggi tingkat kelelahan kerja yang dialami. Sebaliknya, semakin pendek durasi bekerja maka tingkat kelelahan kerja cenderung lebih rendah.