Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan durasiscreen time pada anak usia sekolah, yang berpotensi memengaruhi pola konsumsiultra-processed food (UPF) dan berdampak pada status gizi. Anak usia 11–12tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap perubahan gaya hidup moderntersebut. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan screentime dan konsumsi UPF dengan status gizi anak usia 11–12 tahun di SD Negeri 1Mangliawan Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif denganpendekatan deskriptif analitik. Sampel berjumlah 76 siswa yang dipilihmenggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran screen time dilakukanmenggunakan kuesioner QUEST, konsumsi UPF diukur dengan Food FrequencyQuestionnaire (FFQ), dan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurutUmur (IMT/U). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Terdapathubungan yang signifikan antara screen time dengan status gizi anak (p = 0,004)serta antara konsumsi UPF dengan status gizi anak (p = 0,002). Kesimpulan:Screentime dan konsumsi ultra-processed food berhubungan signifikan denganstatus gizi anak usia 11–12 tahun. sebagian besar responden memiliki durasiscreen time yang tinggi dan frekuensi konsumsi ultra-processed food (UPF) yangsering, dengan status gizi yang didominasi oleh kategori gizi lebih. Oleh karenaitu perlu upaya pembatasan screen time, serta pengurangan konsumsi UPF melaluiedukasi gizi kepada anak dan orang tua, serta dukungan lingkungan sekolah yangmendorong pola hidup sehat.
Copyrights © 2026