Angel Monica Aureliya Listianto
Poltekkes Kemenkes Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Screen Time Dan Konsumsi Ultra-Processed Food (UPF) Dengan Status Gizi Anak Usia 11-12 Tahun Di SD Negeri 1 Mangliawan Malang Angel Monica Aureliya Listianto; Nurul Hidayah; Marsaid; Arief Bachtiar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1038

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan durasi screen time pada anak usia sekolah, yang berpotensi memengaruhi pola konsumsi ultra-processed food (UPF) dan berdampak pada status gizi. Anak usia 11–12 tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap perubahan gaya hidup modern tersebut. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan screen time dan konsumsi UPF dengan status gizi anak usia 11–12 tahun di SD Negeri 1 Mangliawan Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Sampel berjumlah 76 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran screen time dilakukan menggunakan kuesioner QUEST, konsumsi UPF diukur dengan Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara screen time dengan status gizi anak (p = 0,004) serta antara konsumsi UPF dengan status gizi anak (p = 0,002). Kesimpulan: Screentime dan konsumsi ultra-processed food berhubungan signifikan dengan status gizi anak usia 11–12 tahun. sebagian besar responden memiliki durasi screen time yang tinggi dan frekuensi konsumsi ultra-processed food (UPF) yang sering, dengan status gizi yang didominasi oleh kategori gizi lebih. Oleh karena itu perlu upaya pembatasan screen time, serta pengurangan konsumsi UPF melalui edukasi gizi kepada anak dan orang tua, serta dukungan lingkungan sekolah yang mendorong pola hidup sehat.