Latar Belakang: Ulkus diabetik merupakan komplikasi kronis pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang memerlukan waktu penyembuhan lama akibat gangguan vaskular, inflamasi berkepanjangan, serta stress yang meningkatkan hormon kortisol dan menghambat regenerasi jaringan. Terapi murottal sebagai intervensi non-farmakologis dapat membantu menurunkan stress dan mendukung penyembuhan luka secara holistik. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi murottal terhadap penyembuhan luka ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Pediscare Kota Malang. Tujuan khusus yaitu menganalisis perubahan kondisi luka ulkus diabetik sebelum dan sesudah pemberian terapi murottal. Metode: Penelitian menggunakan desain time series experiment dengan 34 responden yang dipilih melalui total sampling. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan pendekatan total sampling, yaitu pemilihan subjek tertentu dari populasi berdasarkan tujuan dan rancangan penelitian. Intervensi berupa terapi murottal surah Ar-Rahman diberikan selama 14 hari. Kondisi luka dinilai menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BJWAT) pada tahap Pre-Test dan Post-Test. Data diuji menggunakan Shapiro-Wilk dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Rata-rata skor luka menurun dari 35,88 pada Pre-Test menjadi 31,32 pada Post-Test, menunjukkan adanya perbaikan kondisi luka setelah intervensi. Dengan nilai Std. Deviation Pre-Test 2,972 Post-Test 2,507. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan skor luka sebelum dan sesudah terapi murottal. Kesimpulan: Terapi murottal berpengaruh secara signifikan terhadap perbaikan kondisi luka ulkus diabetik, ditunjukkan dengan penurunan skor luka dan perubahan klinis ke arah penyembuhan. Terapi ini dapat digunakan sebagai intervensi komplementer dalam perawatan luka pasien diabetes.
Copyrights © 2026