Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bertanggung jawab secara strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebuah wilayah. Dengan perkembangan teknologi digital, pelaku usaha harus menggunakan fintech, peningkatan literasi keuangan, dan pengelolaan modal kerja yang efektif untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan mereka. Studi ini menyelidiki bagaimana profitabilitas UMKM Seblak di Kabupaten Sidoarjo dipengaruhi oleh pemanfaatan fintech, literasi keuangan, dan modal kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan survei dilakukan dengan 66 pekerja UMKM yang dipilih secara purposive. Setelah semua alat melewati uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik, data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fintech berdampak positif dan signifikan terhadap profitabilitas (β = 0,226; t = 2,486; p = 0,016). Literasi keuangan menjadi variabel yang memberikan pengaruh paling besar terhadap profitabilitas (β = 0,431; t = 4,330; p < 0,001), diikuti oleh modal kerja (β = 0,302; t = 2,918; p = 0,005). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas UMKM (F = 46,673; p < 0,001). Model penelitian mampu menjelaskan 67,8% variasi profitabilitas (Adjusted R² = 0,678), sedangkan 32,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pemanfaatan fintech, penguatan literasi keuangan, dan pengelolaan modal kerja yang optimal merupakan faktor penting dalam meningkatkan profitabilitas serta mendukung keberlanjutan UMKM di era digital.
Copyrights © 2026