Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program RT Digital Mandiri dalam Peningkatan Branding Sosial dan Integrasi Data Perangkat RT Nur Jagad Muhammad; Ruri Fadhilah Kurniati; Mochamad Atok Priwahyudi; Naswa Ika Febrianty; Elfi Haniatul Mafiroh; Rachmawati Fidia Cahyani Sugistin; Irfan Ardianto; Muchammad Evan Ali; Fara Aulia Bening Rahmadhanti
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/tq3gxs80

Abstract

Era digital menuntut perangkat Rukun Tetangga (RT) untuk mengoptimalkan pelayanan publik melalui teknologi informasi, baik dalam membangun citra positif (branding sosial) maupun mengintegrasikan data warga secara sistematis. Di RT 30 RW 10 Desa Jumputrejo, pengelolaan media sosial sebelumnya belum konsisten dan data administrasi warga masih tersebar di berbagai dokumen. Untuk menjawab tantangan tersebut, Program “RT Digital Mandiri” dilaksanakan dengan metode ABCD (Asset-Based Community Development), yang meliputi identifikasi aset, mobilisasi aset, membangun hubungan, serta pemberdayaan komunitas. Program ini memanfaatkan Google Spreadsheet sebagai aplikasi database terintegrasi serta akun media sosial (Facebook dan Instagram) sebagai sarana branding sosial. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan frekuensi unggahan media sosial dari tidak terjadwal menjadi minimal dua kali per minggu, terbentuknya identitas visual yang konsisten, serta tersusunnya basis data digital warga yang mempermudah pelayanan administratif. Program ini terbukti efektif memperkuat citra RT, meningkatkan akses informasi warga, dan dapat menjadi model replikasi digitalisasi pelayanan publik di tingkat RT. The digital era demands that neighborhood associations (RT) optimize public services through information technology, both in building a positive image (social branding) and systematically integrating citizen data. In RT 30 RW 10, Jumputrejo Village, social media management was previously inconsistent, and resident administrative data was still scattered across various documents. To address these challenges, the “RT Digital Mandiri” program was implemented using the ABCD (Asset-Based Community Development) method, which includes asset identification, asset mobilization, relationship building, and community empowerment. This program utilizes Google Spreadsheet as an integrated database application and social media accounts (Facebook and Instagram) as social branding tools. The implementation results showed an increase in the frequency of social media posts from unscheduled to a minimum of twice per week, the formation of a consistent visual identity, and the creation of a digital database of residents that facilitates administrative services. This program has proven effective in strengthening the RT's image, increasing citizen access to information, and can serve as a model for replication of digital public services at the RT level.
PENGARUH PENGGUNAAN LAYANAN FINTECH, LITERASI FINANCIAL, DAN WORKING CAPITAL TERHADAP PROFITABILITAS UMKM FOOD AND BEVERAGE DI SIDOARJO Rachmawati Fidia Cahyani Sugistin; M. Mutaqim; Cynthia Eka Violita; Devika Cherly Putrihadiningrum
JURNAL RUMPUN MANAJEMEN DAN EKONOMI Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jrme.v3i4.12080

Abstract

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bertanggung jawab secara strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebuah wilayah. Dengan perkembangan teknologi digital, pelaku usaha harus menggunakan fintech, peningkatan literasi keuangan, dan pengelolaan modal kerja yang efektif untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan mereka. Studi ini menyelidiki bagaimana profitabilitas UMKM Seblak di Kabupaten Sidoarjo dipengaruhi oleh pemanfaatan fintech, literasi keuangan, dan modal kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan survei dilakukan dengan 66 pekerja UMKM yang dipilih secara purposive. Setelah semua alat melewati uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik, data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fintech berdampak positif dan signifikan terhadap profitabilitas (β = 0,226; t = 2,486; p = 0,016). Literasi keuangan menjadi variabel yang memberikan pengaruh paling besar terhadap profitabilitas (β = 0,431; t = 4,330; p < 0,001), diikuti oleh modal kerja (β = 0,302; t = 2,918; p = 0,005). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas UMKM (F = 46,673; p < 0,001). Model penelitian mampu menjelaskan 67,8% variasi profitabilitas (Adjusted R² = 0,678), sedangkan 32,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pemanfaatan fintech, penguatan literasi keuangan, dan pengelolaan modal kerja yang optimal merupakan faktor penting dalam meningkatkan profitabilitas serta mendukung keberlanjutan UMKM di era digital.