Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology
Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober

Analisis Komparatif Karakteristik Politik-Militer dan Pola Keruntuhan Tiga Kerajaan Besar Islam

Sirojul Fuadi (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Maksum Langkat)
Nurul Happy (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Al-Maksum Langkat. Indonesia)
Lidya Stefani Br Sitepu (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Al-Maksum Langkat. Indonesia)
Devi Ramadhani Br Purba (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Al-Maksum Langkat. Indonesia)
Gita Siti Soleha (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Al-Maksum Langkat. Indonesia)
Alfany Dwi Lestar (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Al-Maksum Langkat. Indonesia)
Nurnabila Azmi (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Al-Maksum Langkat. Indonesia)



Article Info

Publish Date
15 Jul 2026

Abstract

Tiga Kerajaan Besar Islam, yang terdiri dari Kesultanan Turki Usmani, Dinasti Safawi Persia, dan Dinasti Mughal India, merupakan pilar utama penyangga peradaban Islam pada periode pertengahan hingga awal modernitas. Meskipun lahir dalam kurun waktu yang berdekatan, ketiganya mengadopsi struktur institusi, strategi militer, dan orientasi teologis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif mengenai karakteristik politik-militer serta membedah benang merah dari pola keruntuhan yang dialami oleh ketiga imperium tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah (historis-komparatif) yang meliputi empat tahapan sistematis, yaitu heuristik, verifikasi atau kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan politik-militer ketiga kerajaan ditopang oleh korps militer elite yang adaptif terhadap teknologi senjata api, seperti pasukan Janissary di Usmani, Ghulam di Safawi, dan sistem Mansabdari di Mughal. Namun, pola keruntuhan ketiganya memperlihatkan kemiripan struktural yang laten. Faktor internal berupa pembusukan birokrasi, konflik suksesi yang berkepanjangan, dan pembalikan kebijakan toleransi memicu runtuhnya kohesi sosial-politik dari dalam. Kerentanan internal ini diperparah oleh faktor eksternal berupa penetrasi kolonialisme Barat dan ketidakmampuan militer tradisional mereka dalam mengimbangi laju modernisasi industri global. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa kejatuhan sebuah peradaban besar tidak bersifat tunggal, melainkan akibat dari kegagalan adaptasi struktural terhadap dinamisnya konstelasi geopolitik zaman

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ijmst

Publisher

Subject

Computer Science & IT Economics, Econometrics & Finance Engineering Social Sciences

Description

Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, dan kajian kritis-analitik mengenai penelitian di bidang Multidisiplin Sosial dan Teknologi. Hal ini merupakan bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu yang ...