Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memiliki peran penting dalam mendukung transformasi digital di berbagai sektor. Namun, tingkat akses dan pemanfaatan TIK antarprovinsi di Indonesia masih menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan provinsi di Indonesia berdasarkan indikator teknologi informasi dan komunikasi menggunakan algoritma K-Means Clustering sehingga diperoleh pemetaan tingkat digitalisasi provinsi yang dapat digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan pemerataan pembangunan digital. Penelitian menggunakan data sekunder yang bersumber dari Statistik Telekomunikasi Indonesia Tahun 2024 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Variabel yang digunakan meliputi persentase penduduk mengakses internet, persentase penduduk memiliki atau menguasai telepon seluler, persentase rumah tangga memiliki atau menguasai komputer, persentase rumah tangga mengakses internet, dan persentase rumah tangga memiliki atau menguasai telepon seluler. Tahapan penelitian meliputi preprocessing data, standardisasi menggunakan metode Z-score, penentuan jumlah cluster optimal menggunakan Elbow Method, pengelompokan menggunakan algoritma K-Means, serta evaluasi menggunakan Silhouette Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cluster optimal adalah tiga cluster. Cluster digital tinggi terdiri atas enam provinsi, cluster digital menengah terdiri atas 31 provinsi, dan cluster digital rendah terdiri atas dua provinsi, yaitu Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan digital antarprovinsi di Indonesia masih cukup signifikan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pemerataan pembangunan digital yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026