Terminal Tipe A Poris Plawad Kota Tangerang merupakan salah satu simpul transportasi darat yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan maupun antarkota. Namun demikian, kondisi pelayanan dan operasional terminal masih menghadapi berbagai permasalahan seperti fasilitas utama yang belum optimal, rendahnya tingkat keselamatan dan keamanan, kurang tertatanya sirkulasi kendaraan, serta belum maksimalnya penerapan sistem pelayanan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prioritas peningkatan kinerja operasional dan pelayanan Terminal Tipe A Poris Plawad Kota Tangerang menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) serta merumuskan strategi perbaikan bertahap berbasis prioritas.Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap responden ahli yang memahami operasional terminal. Kriteria penelitian terdiri atas fasilitas utama, fasilitas penunjang, fasilitas keselamatan, fasilitas keamanan, serta fasilitas aksesibilitas dan kesetaraan. Alternatif kebijakan meliputi revitalisasi fasilitas terminal, digitalisasi sistem pelayanan, dan penataan operasional serta sirkulasi kendaraan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas utama menjadi kriteria paling prioritas dengan bobot sebesar 0,419, diikuti fasilitas keselamatan sebesar 0,263 dan fasilitas penunjang sebesar 0,160. Sintesis global menunjukkan revitalisasi fasilitas terminal menjadi alternatif terbaik dengan bobot 0,633. Berdasarkan hasil tersebut, disusun strategi perbaikan bertahap dalam empat fase yang mencakup revitalisasi fasilitas utama dan keselamatan, peningkatan keamanan dan fasilitas penunjang, digitalisasi sistem pelayanan, serta pengembangan aksesibilitas dan penataan operasional terminal. Penelitian ini diharapkan menjadi rekomendasi strategis bagi pengelola terminal dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik secara bertahap, efektif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026