Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology
Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober

Merawat Toleransi Melalui Komunikasi Budaya: Studi tentang Negosiasi Identitas pada Masyarakat Desa Balun Lamongan

Anggun Laily Hikmatur Roudloh (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)
Muhammad Aufarul Mawahib (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)
Refalina Widiyastary (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)
Kukuh Sinduwiatmo (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)



Article Info

Publish Date
15 Jul 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses negosiasi identitas dalam merawat toleransi melalui komunikasi budaya antarumat beragama di Desa Balun, Kabupaten Lamongan. Desa Balun dikenal sebagai wilayah multikultural yang masyarakatnya terdiri dari pemeluk agama Islam, Kristen, dan Hindu yang hidup berdampingan secara harmonis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Teori Negosiasi Identitas dari Stella Ting-Toomey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi di Desa Balun terbentuk melalui tiga proses utama, yaitu pengakuan dan penghormatan identitas, komunikasi budaya dalam menegosiasikan perbedaan, serta pembentukan identitas kolektif sebagai warga desa. Pengakuan dan penghormatan identitas terlihat dari sikap saling menghargai dalam pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan tanpa adanya diskriminasi sosial. Komunikasi budaya berlangsung secara terbuka melalui interaksi sehari-hari, musyawarah, dialog, serta peran tokoh masyarakat sebagai mediator dalam menjaga keharmonisan sosial. Selain itu, identitas kolektif sebagai warga Desa Balun terbentuk melalui kegiatan budaya dan sosial seperti gotong royong, Bersih Desa, dan kegiatan kebersamaan lainnya yang melibatkan seluruh warga tanpa memandang perbedaan agama. Berdasarkan teori yang digunakan, ditemukan bahwa proses negosiasi identitas yang meliputi pengakuan, penghormatan, penerimaan, serta komunikasi yang sadar (mindful communication) menjadi faktor penting dalam membangun toleransi antarumat beragama. Kesimpulannya, toleransi di Desa Balun tidak hanya bersifat normatif, tetapi telah menjadi budaya sosial yang mengakar melalui komunikasi budaya dan interaksi sosial yang berkelanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ijmst

Publisher

Subject

Computer Science & IT Economics, Econometrics & Finance Engineering Social Sciences

Description

Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, dan kajian kritis-analitik mengenai penelitian di bidang Multidisiplin Sosial dan Teknologi. Hal ini merupakan bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu yang ...