Pekerja bengkel memiliki risiko tinggi terpapar logam berat timbal (Pb) yang berasal dari emisi gas buang kendaraan, oli, dan bahan kimia lainnya. Paparan Pb secara kronis dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal yang ditandai dengan peningkatan kadar kreatinin dalam darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan Pb dengan kadar kreatinin pada pekerja bengkel dengan masa kerja dibawah 3 tahun di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 23 pekerja bengkel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria masa kerja 3 tahun. Kadar Pb diukur menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), sedangkan kadar kreatinin diukur dengan metode fotometri. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar Pb responden adalah 0,0000 mg/L dan rata-rata kadar kreatinin adalah 0,6478 mg/dL. Uji statistik menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,266 dengan nilai p-value 0,220 (p > 0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paparan Pb dengan kadar kreatinin pada pekerja bengkel di Kota Makassar dalam penelitian ini. Meskipun demikian, pemantauan kesehatan berkala dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) tetap disarankan mengingat sifat akumulatif logam berat.
Copyrights © 2026