Kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama di wilayah yang memiliki potensi pengembangan pendidikan dan pariwisata seperti Desa Jurit Baru. Namun, akses terhadap pembelajaran bahasa Inggris yang interaktif dan berkelanjutan masih memerlukan dukungan melalui kolaborasi berbagai pihak. Program ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendampingan bahasa Inggris yang dilaksanakan melalui kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi dengan Bridge Future–English and Culture Lombok sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi kebutuhan, koordinasi bersama mitra, perencanaan materi, pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi secara deskriptif melalui observasi terhadap keterlibatan dan perkembangan peserta. Kegiatan pembelajaran menerapkan pendekatan Communicative Language Teaching (CLT) melalui aktivitas vocabulary building, conversation practice, language games, diskusi kelompok, ice breaking, dan sesi tanya jawab yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang komunikatif dan menyenangkan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa program memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar, partisipasi, penguasaan kosakata, kemampuan komunikasi dasar, serta kepercayaan diri peserta dalam menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, kolaborasi ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan nonformal dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di tingkat desa. Meskipun terdapat kendala berupa perbedaan tingkat kemampuan peserta dan keterbatasan waktu pelaksanaan, program mampu berjalan secara efektif melalui penerapan metode pembelajaran yang fleksibel dan kolaboratif. Dengan demikian, pendampingan bahasa Inggris berbasis kemitraan ini berpotensi menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Jurit Baru.
Copyrights © 2026