Kegagalan pemberian ASI Eksklusif pada 1000 Hari PertamaKehidupan (HPK) berdampak linier terhadap kerentanan infeksi bayi dan stunting. Hambatan psikologis berupa persepsi ketidakcukupan produksi ASI (perceived insufficient milk) membutuhkan pemecahan masalah klinis yang praktis melalui konseling laktasi oleh tenaga kesehatan di pelayanan primer. Bidan memiliki peran krusial sebagai konselor terdekat di masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 30 sampel ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer melalui wawancara terstruktur (24-hour food recall), sedangkan data sekunder lewat validasi rekam pelayanan Buku KIA. Analisis statistic menggunakan analisis univariat dan uji bivariatFisher's Exact Test untuk menentukan nilai Odds Ratio (OR). Hasil penelitian ini mendeteksi rendahnya paparan intervensi di lapangan, di mana 53,3% ibu tidak mendapatkan konseling laktasi adekuat dan 56,7% bayi tidak mendapatkan ASI Eksklusif. Adanya pengaruh yang signifikan secara statistic antara konseling laktasi oleh bidan dengan keberhasilan menyusui dengan nilai value = 0,011 (Value< 0,05). Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 6,42 (95% CI: 1,2 - 32,5). Konseling laktasi oleh bidan terbukti secara empiris menjadi solusi determinan yang meningkatkan peluang keberhasilan ASI Eksklusif hingga6,4 kali lebih besar dibandingkan tanpa pendampingan. Intervensi ini efektif mentransformasikan kecemasan ibu menjadi keyakinan diri menyusui (breastfeeding self-efficacy).
Copyrights © 2026