Remaja pertengahan mengalami perubahan fisik yang semakin sempurna. Pada tahap ini remaja mulai mencari identitas diri, timbul keinginan untuk berkencan dengan lawan jenis, berkhayal tentang aktifitas sex. Selain itu cenderung berperilaku agresif yang ditandai dengan emosi berlebih dalam merespon kejadian. Perubahan fisik maupun emosi remaja memerlukan edukasi yang benar dan sesuai tahap perkembanganya agar remaja mempunyai pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reprodukasi di SMAN 1 Plosoklaten. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan metode edukasi tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksakanan pada tanggal 9-12 Maret 2026 di SMAN 1 Plosoklaten Kediri, dengan jumlah 40 orang remaja. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan persentase. Kegiatan ini menjelaskan tentang perubahan sistem reproduksi, SADARI, Kebersihan sistem reproduksi, resiko sex bebas dan pernikahan usia dini. Metode yang digunakan untuk edukasi pemaparan materi dan simulasi. Untuk evaluasi dilakukan menggunakan google form. Hasil pemahaman sebelum edukasi menunjukkan nilai rata-rata 62,5 dan setelah dilakukan edukasi, hampir seluruhnya menunjukkan nilai baik, dengan rata rata 87, 6. Edukasi ini penting dilakukan secara konsisten agar setiap siswa siswi dapat menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah perilaku negatf tentang sexual, baik oleh guru yang berkaitan dengan bidang ilmu atau PIC R.
Copyrights © 2026