Rendahnya cakupan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Salah satu penyebabnya adalah kurang optimalnya produksi ASI yang dipengaruhi oleh faktor fisiologis dan psikologis serta rendahnya pengetahuan ibu mengenai metode nonfarmakologis untuk meningkatkan produksi ASI. Pijat oksitosin yang dikombinasikan dengan aromaterapi lavender merupakan salah satu intervensi yang dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin sekaligus memberikan efek relaksasi sehingga berpotensi meningkatkan produksi ASI. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui, keluarga, serta tenaga kesehatan mengenai pemanfaatan pijat oksitosin menggunakan aromaterapi lavender sebagai upaya meningkatkan produksi ASI. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Agustus 2025 di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru dengan melibatkan 18 peserta yang terdiri atas ibu menyusui dan tenaga kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terhadap pengetahuan peserta mengenai ASI eksklusif, fisiologi laktasi, pijat oksitosin, dan penggunaan aromaterapi lavender. Nilai rata-rata pre-test sebesar 63,06 meningkat menjadi 90,00 pada post-test, menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan dan pelatihan. Peserta juga mampu mempraktikkan teknik pijat oksitosin sesuai prosedur, sedangkan pada beberapa ibu menyusui teramati kelancaran pengeluaran ASI setelah intervensi. Temuan observasional tersebut menunjukkan bahwa pijat oksitosin berbasis aromaterapi lavender berpotensi mendukung produksi dan pengeluaran ASI, namun belum dilakukan pengukuran volume ASI secara objektif. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan tenaga kesehatan serta ibu menyusui dalam menerapkan pijat oksitosin menggunakan aromaterapi lavender sebagai salah satu upaya mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Copyrights © 2026