Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan platform media sosial dan kolaborasi influencer dalam komunikasi pemasaran pariwisata Kota Padang. Transformasi digital telah mengubah paradigma pemasaran destinasi wisata dari model konvensional menuju ekosistem digital yang partisipatif dan berbasis interaksi sosial. Menggunakan pendekatan studi literatur dan analisis data sekunder, penelitian ini mengkaji peran Instagram, TikTok, dan YouTube sebagai saluran promosi, pembentuk citra destinasi, serta medium interaksi antara pemangku kepentingan pariwisata dan wisatawan. Hasil analisis menunjukkan bahwa media sosial berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, yang tercermin dari data Dinas Pariwisata Kota Padang yang mencatat peningkatan kunjungan dari 2.855.135 (2022) menjadi 3.660.947 (2023). Efektivitas promosi melalui media sosial diukur menggunakan EPIC Model (Empathy, Persuasion, Impact, Communication), yang menunjukkan kategori "efektif" pada seluruh dimensi dengan skor tertinggi pada dimensi dampak (477). Kolaborasi influencer terbukti memperkuat kredibilitas pesan dan menjangkau audiens yang lebih tersegmentasi, dengan kontribusi pengaruh media sosial terhadap keterlibatan wisatawan mencapai 57,5%. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas digital pelaku pariwisata, pengembangan creative hub lokal, serta penyusunan pedoman etika promosi dan manajemen kapasitas destinasi untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Kota Padang.
Copyrights © 2026