Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hedonic Evaluation of Randang Quality from Two Restaurants in Padang City Arsyad Athari; Elida; Lucy Fridayati; Juliana Siregar
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v13i2.34484

Abstract

Randang is a traditional Minangkabau dish that is popular for its distinctive flavour which is produced by a long cooking process using strong spices and herbs. This popularity has made it a must-have dis in various restaurants. Each restaurant serves Randang with different characteristics, thus influencing variations in consumer preferences. This study aims to analyze differences in the level of preference of culinary arts students for Randang from two restaurants in Padang City, namely Rajo-rajo and Selamat. The study used a quantitative method with a comparative approach. A total of 50 culinary arts students served as panelists in a hedonic test using a scale of 1-7. Data were analyzed using a Paired Sample t-Test with SPSS 26. The results showed significant differences in dadak color (P=0.004), meat texture (P=0.000), and the dadak taste (P=0.011). Overall, panelists preferred Randang from Rajo-rajo restaurant over Selamat restaurant. Sensory characteristics were proven to influence the level of student preference for Randang. These findings provide understanding for culinary entrepreneurs about consumer preferences for Randang and serve as a basis for developing culinary products based on cultural heritage.
Kualitas Marmer Cake Dengan Substitusi Tepung Talas Sebagai Kualitas Bahan Alternatif Tepung Terigu Rezeki Nur Aini; Ezi Anggraini; Elida; Yolanda Intan Sari
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2025): Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v6i1.1390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh susbtitusi tepung talas terhadap kualitas marmer cake. Penelitian ini dilaksankan dengan mengaplikasikan metode eksperimen yang melibatkan satu faktor perlakuan dengan tiga kali ulangan, yaitu tingakt substitusi tepung talas terhadap tepung terigu sebesar 0%, 40%, 50%, dan 60%. Parameter yang diamati meliputi karakteristik organoleptik yang mencakup bentuk, warna, aroma, tekstur, dan rasa. Penelitian kualitas produk dilakukan melalui uji hedonik yang melibatkan panelis terlatih. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANAVA) pada tingkat kepercayaan 95%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung talas memberikan pengaruh yang signifikan (p<0,05) terhadap kualitas marmer cake. Perlakuan dengan substitusi 50% dan 60% menghasilkan skor tertinggi pada indikator warna, aroma, dan rasa. Sebaliknya, substitusi 50% memberikan tingkat kesukaan tertinggi pada aspek warna,aroma, tekstur, dan rasa. Substitusi pada tingkat yang lebih tinggi cenderung mengakibatkan penurunan tingkat penerimaan panelis. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tepung talas berpotensi dimanfaatkan sebagai pengganti sebagian tepung terigu dalam proses pembuatan marmer cake pada tingkat substitusi tertentu, dengan tujuan menghasilkan produk yang memiliki karakteristik sensorik yang maksimal sekaligus mendukung optimalisasi pemanfaatan pangan bersumber dari lokal.
Basiacoung Traditions in Procession Marriage Traditions of the Kuok Kampar Community: Ecotourism Lisnur Yarahandria; Elida
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No SpecialIssue (2023): UNRAM journals and research based on science education, science applic
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.5802

Abstract

This research aims to describe the implementation process, meaning, and function of Basiacoung in the traditional Kuok Kampar wedding party procession. This type of research is qualitative research. Data collection techniques in this research were triangulation, interviews, observation, documentation, and literature study, while data analysis was inductive. Based on data analysis, it can be concluded that the structure, semiotic meaning, function, and values of Basiacoung in the marriage procession of the Kampar community can be identified as several important aspects. The traditional marriage procession of the Kampar community consists of the first several stages of maantau tando, Maantau tando is the initial stage of the intention to carry out the marriage contract, where the man visits the prospective bride's house. Second, pick up the groom, who is sent by the ninik mamak (the groom). Picking up the groom will be sent by the groom's ninik mamak involving clever experts from the bride's tribe, Anak mamak (bako party) of the bride or bako who is the nephew of the bride's father and Simondo people, Third Ulu bajawek, Implementation of ulu bajawek Usually it will be accompanied by a pat, where the pat is a symbol of the greatness of the ninik mamak which symbolizes that it is the handover of the groom who has been picked up by the bride at the previous time.
Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung Rahmayani Harnesia; Elida; Kasmita; Yolanda Intan Sari
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2026): Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v6i2.1413

Abstract

Penggunaan pangan lokal sebagai substitusi tepung terigu penting untuk mendukung diversifikasi pangan dan mengurangi impor gandum. Tepung jagung merupakan alternatif potensial, namun studi mengenai masa simpan produk donat dengan substitusi ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan masa simpan donat dengan substitusi tepung jagung sebesar 25% dan 30%. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain observasional deskriptif. Sampel dipilih secara purposive dan data dikumpulkan melalui observasi sistematis serta dokumentasi terhadap perubahan organoleptik selama enam hari pada suhu ruang dalam wadah kedap udara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua formulasi memiliki pola penurunan kualitas yang serupa. Donat mempertahankan kualitas baik hingga hari kedua, mulai menurun pada hari ketiga, dan tidak layak dikonsumsi pada hari keempat yang ditandai dengan aroma asam, perubahan tekstur, pemudaran warna, serta pertumbuhan jamur. Tidak ditemukan perbedaan substansial antara tingkat substitusi 25% dan 30% dalam hal stabilitas penyimpanan. Disimpulkan bahwa donat dengan substitusi tepung jagung 25% dan 30% memiliki masa simpan praktis hingga tiga hari pada suhu ruang. Temuan ini memperluas literatur mengenai stabilitas penyimpanan produk berbasis tepung jagung.