Dinasti Health and Pharmacy Science
Vol. 4 No. 1 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2026)

Evaluasi Sifat Fisik Sediaan Salep dan Pasta Berbasis Ekstrak Daun Benalu Teh serta Aktivitas Antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis

Maulana Tegar Adityanugraha (Universitas Tidar, Magelang, Indonesia)
Ferli Eko Kurniantoro (Prodi Farmasi, Universitas Madani, Yogyakarta, Indonesia)
Tri Antoro (Usaha Kecil Obat Tradisional Dharma Husada, Yogyakarta, Indonesia)
I Made Dinaartawan (Usaha Kecil Obat Tradisional Dharma Husada, Yogyakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
23 Jul 2026

Abstract

Daun benalu teh (Scurrula atropurpurea (Blume) Dans.) diketahui memiliki potensi sebagai tanaman obat tradisional karena kandungan metabolit sekundernya, termasuk flavonoid, tanin, dan saponin, yang memiliki aktivitas antibakteri. Namun, penggunaan langsung ekstrak daun benalu teh pada kulit dianggap kurang praktis dan kurang nyaman. Oleh karena itu, ekstrak tersebut diformulasikan dalam bentuk sediaan salep dan pasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik sediaan salep dan pasta yang mengandung ekstrak etanol daun benalu teh serta menentukan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental. Serbuk daun benalu teh diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak pekat yang diperoleh kemudian diformulasikan menjadi sediaan salep dan pasta dengan konsentrasi ekstrak masing-masing 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis diuji menggunakan metode difusi sumuran agar. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan salep dan pasta memiliki karakteristik organoleptik yang dapat diterima, homogenitas yang baik, nilai pH yang berada dalam rentang yang sesuai untuk sediaan topikal, daya sebar yang memenuhi persyaratan, serta daya lekat yang baik. Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa sediaan salep menghasilkan diameter zona hambat rata-rata sebesar 18 mm, 21 mm, dan 24 mm pada konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15%, secara berturut-turut. Sementara itu, sediaan pasta menghasilkan diameter zona hambat rata-rata sebesar 16 mm, 19 mm, dan 22 mm pada konsentrasi yang sama. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak dapat meningkatkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Kesimpulannya, ekstrak etanol daun benalu teh yang diformulasikan dalam bentuk sediaan salep dan pasta memiliki karakteristik fisik yang baik serta menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis, dengan efektivitas antibakteri yang meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

DHPS

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Dinasti Health and Pharmacy Science (DHPS) focuses on the health and pharmaceutical sciences including the preventive, promotive, curative and rehabilitative domains which publishes "original articles" and "review articles". The scientific scope of the DHPS Journal includes: Public health Health ...