Ferli Eko Kurniantoro
Prodi Farmasi, Universitas Madani, Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Aktivitas Antibakteri dan Stabilitas Fisik Emulgel Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap Escherichia coli Maulana Tegar Adityanugraha; Ferli Eko Kurniantoro; Bingar Hernowo; Filu Marwati Santosa Putri
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 4 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (April - June 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i4.3473

Abstract

Daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) diketahui memiliki potensi sebagai bahan obat tradisional karena mengandung senyawa yang berkhasiat sebagai antibakteri. Penggunaan ekstrak daun rambutan secara langsung pada kulit dinilai kurang praktis dan kurang nyaman, sehingga dibuat dalam bentuk sediaan emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik serta aktivitas antibakteri emulgel ekstrak etanol daun rambutan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sampel berupa serbuk daun rambutan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian diformulasikan menjadi sediaan emulgel dan dilakukan pengujian sifat fisik meliputi organoleptis, daya sebar, daya lekat, dan pH. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dilakukan menggunakan metode sumuran. Aktivitas antibakteri ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada sediaan emulgel dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa emulgel ekstrak etanol daun rambutan memiliki karakteristik organoleptis, daya lekat, dan pH yang baik, serta memiliki daya sebar yang memenuhi standar. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa emulgel ekstrak etanol daun rambutan memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15%, dengan rata-rata diameter zona hambat berturut-turut sebesar 24 mm, 26 mm, dan 28  mm. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa emulgel ekstrak etanol daun rambutan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli.
Evaluasi Sifat Fisik Sediaan Salep dan Pasta Berbasis Ekstrak Daun Benalu Teh serta Aktivitas Antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis Maulana Tegar Adityanugraha; Ferli Eko Kurniantoro; Tri Antoro; I Made Dinaartawan
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 4 No. 1 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v4i1.3659

Abstract

Daun benalu teh (Scurrula atropurpurea (Blume) Dans.) diketahui memiliki potensi sebagai tanaman obat tradisional karena kandungan metabolit sekundernya, termasuk flavonoid, tanin, dan saponin, yang memiliki aktivitas antibakteri. Namun, penggunaan langsung ekstrak daun benalu teh pada kulit dianggap kurang praktis dan kurang nyaman. Oleh karena itu, ekstrak tersebut diformulasikan dalam bentuk sediaan salep dan pasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik sediaan salep dan pasta yang mengandung ekstrak etanol daun benalu teh serta menentukan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental. Serbuk daun benalu teh diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak pekat yang diperoleh kemudian diformulasikan menjadi sediaan salep dan pasta dengan konsentrasi ekstrak masing-masing 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis diuji menggunakan metode difusi sumuran agar. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan salep dan pasta memiliki karakteristik organoleptik yang dapat diterima, homogenitas yang baik, nilai pH yang berada dalam rentang yang sesuai untuk sediaan topikal, daya sebar yang memenuhi persyaratan, serta daya lekat yang baik. Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa sediaan salep menghasilkan diameter zona hambat rata-rata sebesar 18 mm, 21 mm, dan 24 mm pada konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15%, secara berturut-turut. Sementara itu, sediaan pasta menghasilkan diameter zona hambat rata-rata sebesar 16 mm, 19 mm, dan 22 mm pada konsentrasi yang sama. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak dapat meningkatkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Kesimpulannya, ekstrak etanol daun benalu teh yang diformulasikan dalam bentuk sediaan salep dan pasta memiliki karakteristik fisik yang baik serta menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis, dengan efektivitas antibakteri yang meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak