Tri Antoro
Usaha Kecil Obat Tradisional Dharma Husada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Sifat Fisik Sediaan Salep dan Pasta Berbasis Ekstrak Daun Benalu Teh serta Aktivitas Antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis Maulana Tegar Adityanugraha; Ferli Eko Kurniantoro; Tri Antoro; I Made Dinaartawan
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 4 No. 1 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v4i1.3659

Abstract

Daun benalu teh (Scurrula atropurpurea (Blume) Dans.) diketahui memiliki potensi sebagai tanaman obat tradisional karena kandungan metabolit sekundernya, termasuk flavonoid, tanin, dan saponin, yang memiliki aktivitas antibakteri. Namun, penggunaan langsung ekstrak daun benalu teh pada kulit dianggap kurang praktis dan kurang nyaman. Oleh karena itu, ekstrak tersebut diformulasikan dalam bentuk sediaan salep dan pasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik sediaan salep dan pasta yang mengandung ekstrak etanol daun benalu teh serta menentukan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental. Serbuk daun benalu teh diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak pekat yang diperoleh kemudian diformulasikan menjadi sediaan salep dan pasta dengan konsentrasi ekstrak masing-masing 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis diuji menggunakan metode difusi sumuran agar. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan salep dan pasta memiliki karakteristik organoleptik yang dapat diterima, homogenitas yang baik, nilai pH yang berada dalam rentang yang sesuai untuk sediaan topikal, daya sebar yang memenuhi persyaratan, serta daya lekat yang baik. Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa sediaan salep menghasilkan diameter zona hambat rata-rata sebesar 18 mm, 21 mm, dan 24 mm pada konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15%, secara berturut-turut. Sementara itu, sediaan pasta menghasilkan diameter zona hambat rata-rata sebesar 16 mm, 19 mm, dan 22 mm pada konsentrasi yang sama. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak dapat meningkatkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Kesimpulannya, ekstrak etanol daun benalu teh yang diformulasikan dalam bentuk sediaan salep dan pasta memiliki karakteristik fisik yang baik serta menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis, dengan efektivitas antibakteri yang meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak