WHO menyatakan bahwa diabetes melitus termasuk penyakit yang paling banyak diderita oleh orang di seluruh dunia termasuk indonesia. Pasien diabetes melitus memiliki penyakit penyerta yang merupakan komplikasi dari peningkatan kadar gula darah, menyebabkan terjadinya polifarmasi dan memicu kejadian interaksi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengobatan polifarmasi dengan kejadian interaksi obat pada pasien diabetes melitus rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kramat jati. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional secara retrospektif, menggunakan rekam medis pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kramat jati pada tanggal 20 Januari – 20 Maret 2024. Jenis interaksi dan tingkat keparahannya menggunakan drugs.com dengan hasil yang dianalisis menggunakan statistik uji chi square. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa jenis kelamin perempuan yang memiliki angka kejadian lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki (57,4% vs 42,6%) yang terdapat pada usia 46-55 tahun (42,6%). Pada 94 pasien terjadi interaksi obat sebesar (98,8%) dengan tingkat keparahan moderat (82,5%) Hasil analisis uji chi square didapatkan nilai p=0,002 (p=<0,005). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara polifarmasi dengan potensi interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kramat Jati.
Copyrights © 2026