Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak wabah African Swine Fever (ASF) terhadap kondisi perekonomian masyarakat peternak babi di Desa Cendana Hitam, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur. ASF merupakan penyakit menular yang memiliki tingkat kematian hampir 100% pada ternak babi, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 66 responden yang dipilih melalui metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel ASF terhadap perekonomian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wabah ASF secara nyata menyebabkan penurunan populasi ternak babi, hilangnya pendapatan utama, dan perubahan mata pencaharian sebagian besar peternak. Skor total variabel ASF berada dalam kategori tinggi, yang mencerminkan tingginya tingkat penyebaran dan dampak wabah. Sementara itu, variabel perekonomian masyarakat berada dalam kategori sedang, menunjukkan bahwa meskipun terdampak signifikan, masyarakat mulai melakukan adaptasi ekonomi melalui usaha lain. Berdasarkan temuan ini, diperlukan strategi mitigasi terpadu, edukasi biosekuriti, serta dukungan kebijakan pemulihan ekonomi bagi peternak terdampak agar keberlanjutan usaha ternak babi dapat terjaga di masa mendatang. Kata kunci: African Swine Fever, ternak babi, perekonomian masyarakat, Desa Cendana Hitam
Copyrights © 2026