Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Larutan Asam Amino Berbasis Maggot (BSF) Black Soldier Fly (Hermetia illucens) dengan Variasi Kon-sentrasi Ke dalam Pakan Terhadap Bobot Badan Akhir Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) Miftahul Jannah Mudarsep; Muhammad, M.R. Ihksan; Baso Fatwa; Jirfan Dawanto; Asmawati Asmawati; Muhammad Idrus
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, Juni 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.906 KB) | DOI: 10.56326/jitpu.v1i1.1090

Abstract

Ayam KUB merupakan ayam kampung unggul produk hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang memiliki beberapa keunggulan, diantaranya adalah pemberian pakan lebih efisien, lebih tahan terhadap penyakit, dan tingkat mortalitas yang lebih rendah. Tingginya kandungan protein pada Maggot BSF (Hermetia illucens) dapat menjadi salah satu alternatif terbaik sebagai bahan campuran pakan ayam. Namun pemberian pakan maggot BSF secara langsung masih memiliki kendala karena membutuhkan proses metabolisme lanjutan. Oleh karena itu perlu dilakukan fermentasi diluar tubuh ternak guna untuk merombak senyawa kompleks menjadi molekul sederhana khususnya senyawa protein yang dirombak menjadi asam-asam amino sehingga pada saat diberikan pada ternak dapat langsung diserap untuk meningkatkan produktivitas ayam KUB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas variasi konsentrasi larutan asam amino berbasis Maggot BSF (Hermetia illucens) ke dalam pakan terhadap bobot badan akhir ayam kampung unggul Balitnak (KUB). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu variasi konsentrasi larutan asam amino berbasis Maggot BSF (P0= 0 ml, P1=15 ml, P2=30 ml dan P3=45 ml) (v/v). Hasil penelitian ini menunjukkan penambahan larutan asam amino berbasis Maggot BSF tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan ayam KUB.
The Effect Of Giving Amino Acid Solutions Based On Maggot Bsf (Hermetia Illucians) With Different Concentrations Into The Feed On The Percentage Of Breast And Back Of Kub Chickens Jirfan Dawanto
Jurnal Syntax Transformation Vol 4 No 10 (2023): Jurnal Syntax Transformation
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jst.v4i10.827

Abstract

JIRFAN DAWANTO (4517035005). The Effect of Giving Amino Acid Solutions Based on BSF Maggots (Hermetia Illucians) with Different Concentrations into the Feed on the Percentage of Breast and Back of KUB Chickens. (Under the guidance of Asmawati Mudarsep as the main guide and Muhammad Idrus as the aggota guide). KUB chickens are widely kept by farmers because they have fast growth. The current constraint on native chicken farming is the high price of feed raw materials. Therefore, Maggot from the Black Soldier Fly fly (Hermetia Illucens) is one of the best alternatives as a mixture of chicken feed because it has a nutrient composition that is almost the same as fish meal. Based on this, this study aims to determine the Effect of Giving Amino Acid Solutions Based on BSF Maggot (Hermetia Illucians) with Different Concentrations into Feed on the Percentage of Breast and Back of KUB Chickens. This study used the DOC of 96 KUB chickens and was kept for 60 days with a cage map of 16 plots and each plot consisted of 6 KUB chickens. Feed used at the age of 1-30 days is given BP-11 granules, then at the age of 31-60 days using mixed feed by adding a fermented Maggot-based amino acid solution arranged according to treatment. The treatment used is the administration of BSF maggot-based amino acid solutions , namely: P0, P1 (15 ml), P2 (30 ml), P3 (45 ml) The results of the analysis of various doses of Maggot amino acid solution as an additive to mixed feed showed results that had no real effect (P>0.05) on the percentage of breast and back of KUB chickens. However, the administration of Maggot amino acid solution as an additive to mixed feed did not reduce the weight of KUB chicken breasts and buttocks and showed good performance
Performa Produksi Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) Pada Periode Bertelur Dengan Suplementasi Tepung Daun Senduduk (Melastoma Malabathricum L.) Dalam Pakan Dawanto, Jirfan
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 9 No 02 (2025): Journal Of Agritech Science -November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v9i02.1477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) dalam pakan terhadap konsumsi pakan, produksi telur, dan konversi pakan pada puyuh (Coturnix coturnix japonica) selama periode bertelur. Sebanyak 128 ekor puyuh betina berumur 40 minggu digunakan dalam penelitian ini dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan: P0 (kontrol tanpa tepung daun senduduk), P1 (pakan + 1,5% tepung daun senduduk), P2 (pakan + 3% tepung daun senduduk), dan P3 (pakan + 4,5% tepung daun senduduk). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun senduduk hingga 3% meningkatkan produksi telur hingga 73,25% dengan efisiensi konversi pakan terbaik (2,81). Namun, suplementasi 4,5% menurunkan efisiensi pakan akibat tingginya kandungan tanin yang berpotensi mengikat protein. Kesimpulannya, suplementasi tepung daun senduduk sebesar 3% dalam pakan merupakan dosis optimal untuk meningkatkan performa produksi puyuh. Kata Kunci: Performa Produksi; Puyuh; Tepung Daun Senduduk
Penggunaan Cuka Apel Sebagai Koagulan dalam Pembuatan Dangke Susu Sapi Nur Azizah.A; Tati Murniati; Jirfan Dawanto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, Desember 2025
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jitpu.v5i2.6797

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan cuka apel sebagai koagulan dalam pembuatan dangke susu sapi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini menggunakan susu sapi murni. Cuka apel pada masing-masing perlakuan tersebut P1 = 0,8 %, P2 = 1,2 %, P3 = 1,6 %, dan P4 = 2,0 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan cuka apel dapat berpengaruh signifikan terhadap rasa, warna, tekstur, dan aroma dangke susu sapi, tetapi tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap berat basah. Berdasarkan hasil penelitian ini taraf 0,16 % menunjukkan hasil terbaik, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji aspek yang lain.   Kata kunci: Cuka Apel, Susu Sapi, Dangke
Pemanfaatan Tepung Tulang Ayam dalam Pembuatan Kerupuk Kaya Kalsium Ikrima Qubailal Fajri; Tati Murniati; Dawanto, Jirfan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, Desember 2025
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jitpu.v5i2.6800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan kalsium serta menilai tingkat kesukaan konsumen terhadap kerupuk yang diformulasikan dengan penambahan tepung tulang ayam melalui uji organoleptik. Level konsentrasi tepung tulang ayam yang digunakan pada penelitian ini P0 = 0% (kontrol), P1 = 10%, P2 = 20%, P3 = 30%. Parameter ukur meliputi kandungan kalsium serta karakteristik organoleptik (rasa, warna, tekstur dan aroma) dengan melibatkan 16 penelis semi-terlatih menggunakan uji hedonik. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan tepung tulang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap semua parameter yang diuji. Secara keseluruhan, penggunaan tepung tulang mampu meningkatkan nilai gizi kerupuk serta kadar kalsium. Disarankan untuk penelitian lebih lanjut, perlu dilakukan optimasi konsentrasi penambahan dan perbaikan metode pengolahan agar mutu organoleptk yang dihasilkan tetap terjaga tanpa menurunkan kandungan kalsium. Kata kunci: Kerupuk, Tepung tulang, Organoleptik, Kalsium
Nutritional Stability of Molasses Multinutrient Soft During Storage Syarifuddin; Jirfan Dawanto; Malik Makmur; Asmawati; Muhammad Idrus; Sri Firmiaty; Solihin Fikriandi; Andi Syahraeni Dg. Te’ne
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v10i2.963

Abstract

Molasses Multinutrient Soft (MMS), an innovative alternative livestock feed formulated from agro-industrial waste products such as molasses, tofu dregs, coconut cake, rice bran, salt, and a mineral mix, was evaluated for nutrient stability during storage. Feed storage was conducted on a laboratory scale. This study employed a completely randomized design across 0, 10, 20, and 30-day storage periods, revealing that storage significantly influenced (p < 0.05) key quality parameters, including moisture, dry matter, organic matter, ether extract, and acid-insoluble ash. While crude protein and nitrogen-free extract remained stable, significant changes (p < 0.05) were observed in fiber fractions (neutral detergent fiber, acid detergent fiber, and hemicellulose) and phosphorus content. These alterations, predominantly driven by microbial activity and environmental conditions, suggest that MMS maintains safe storage limits for up to 30 days. A strong correlation between moisture and dry matter was observed during storage, a key attribute that determined the feed's nutritional quality. This study offers valuable insights into the post-production quality of alternative feeds, underscoring MMS's potential as a viable and promising feed option for smallholder livestock farmers, particularly under minimal storage conditions. Further investigation is required regarding the effects of prolonged feed storage on the physical and chemical characteristics of MMS. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2:   Zero Hunger;  SDG 12: Responsible Consumption and Production; SDG 15: Life on Land
Imunitas dan Produktivitas Puyuh Periode Bertelur dengan Pemberian Tepung Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) dalam Pakan Jirfan Dawanto; Niken Ulupi; Hera Maheshwari
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.29.3.356

Abstract

Senduduk leaf flour (Melastoma malabatricum L.) is a processed product from weed plants that can potentially be a source of nutrients and bioactive compounds that are beneficial for human and livestock health. This research aims to examine the immunity and productivity of quail during the egg-laying period by administering senduduk leaf flour. This study used 120 female quail aged 40 weeks, which were kept for 4 weeks. The experimental design used was a Completely Randomized Design. The treatment of providing senduduk leaf flour in feed consisted of four treatment levels, namely P0 (without flour), P1 (feed + 1.5% flour), P2 (feed + 3% flour), and P3 (feed + 4.5% flour). The data were analyzed using Analysis of Variance and descriptive analysis. The results showed that adding senduduk leaf meal can reduce egg yolk cholesterol and increase quail immunity. Adding senduduk leaf meal at a 3% level produced the best immunity and performance, with a feed conversion value of 2.81. The 4.5% addition of senduduk leaf flour produced the lowest cholesterol level in quail egg yolk. Keywords: egg quality, immunity, performance, quail, senduduk leaf
Dampak African Swine Fever Pada Ternak Babi Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Desa Cendana Hitam kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu timur Agus Suhendra; Ahmad Muchlis; Jirfan Dawanto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, Juni 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/sw4xjx43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak wabah African Swine Fever (ASF) terhadap kondisi perekonomian masyarakat peternak babi di Desa Cendana Hitam, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur. ASF merupakan penyakit menular yang memiliki tingkat kematian hampir 100% pada ternak babi, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 66 responden yang dipilih melalui metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel ASF terhadap perekonomian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wabah ASF secara nyata menyebabkan penurunan populasi ternak babi, hilangnya pendapatan utama, dan perubahan mata pencaharian sebagian besar peternak. Skor total variabel ASF berada dalam kategori tinggi, yang mencerminkan tingginya tingkat penyebaran dan dampak wabah. Sementara itu, variabel perekonomian masyarakat berada dalam kategori sedang, menunjukkan bahwa meskipun terdampak signifikan, masyarakat mulai melakukan adaptasi ekonomi melalui usaha lain. Berdasarkan temuan ini, diperlukan strategi mitigasi terpadu, edukasi biosekuriti, serta dukungan kebijakan pemulihan ekonomi bagi peternak terdampak agar keberlanjutan usaha ternak babi dapat terjaga di masa mendatang. Kata kunci: African Swine Fever, ternak babi, perekonomian masyarakat, Desa Cendana Hitam
Inhibisi Aktivitas Bakteri E. Coli Penyebab Mastitis Susu dengan Immunoglobolin Y (IgY) Ekstrak kuning Telur Ayam Kampung: Studi In Vitro A Achmad Ramos; Ahmad Muchlis; Jirfan Dawanto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, Juni 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pry34936

Abstract

Ternak perah merupakan penghasil susu sebagai komoditas utama. Produk susu dikenal sebagai penyedia protein hewani berkualitas tinggi dengan kandungan nutrisi lengkap, menjadikannya komponen esensial dalam pemenuhan gizi masyarakat. Potensi pengembangan industri peternakan sapi perah di Indonesia cukup signifikan. Keberhasilan pengelolaan peternakan dapat dinilai melalui beberapa parameter kunci meliputi produktivitas, performa reproduksi, kelayakan finansial, serta ketersediaan infrastruktur pendukung. Faktor lingkungan memegang peranan krusial dalam menjaga kualitas susu mulai dari proses pemerahan hingga penanganan pasca produksi. Sanitasi yang buruk tidak hanya berpotensi meningkatkan kontaminasi mikroba pada susu yang berdampak pada penurunan mutu, namun juga berisiko menimbulkan penyakit pada ternak. Salah satu masalah kesehatan utama adalah mastitis, yaitu peradangan kompleks pada kelenjar ambing dengan variasi penyebab dan tingkat keparahan. Namun, pendekatan ini berisiko meninggalkan residu kimia berbahaya bagi ternak dan konsumen. Sebagai solusi alternatif, dapat dimanfaatkan antibodi alami berupa imunoglobulin Y (IgY) dari kuning telur ayam kampung. Sumber antibodi alami ini menawarkan berbagai keunggulan seperti efisiensi produksi, pertimbangan kesejahteraan hewan, dan spesifisitas tinggi. Mekanisme transfer alami IgY dari induk ayam ke kuning telur memungkinkan ekstraksi antibodi dalam skala besar tanpa metode yang invasif. Penelitian ini dirancang untuk menguji potensi immunoglobulin Y (IgY) sebagai bahan pengobatan alternatif terhadap infeksi E. coli yang memicu mastitis pada ternak perah.