Ternak perah merupakan penghasil susu sebagai komoditas utama. Produk susu dikenal sebagai penyedia protein hewani berkualitas tinggi dengan kandungan nutrisi lengkap, menjadikannya komponen esensial dalam pemenuhan gizi masyarakat. Potensi pengembangan industri peternakan sapi perah di Indonesia cukup signifikan. Keberhasilan pengelolaan peternakan dapat dinilai melalui beberapa parameter kunci meliputi produktivitas, performa reproduksi, kelayakan finansial, serta ketersediaan infrastruktur pendukung. Faktor lingkungan memegang peranan krusial dalam menjaga kualitas susu mulai dari proses pemerahan hingga penanganan pasca produksi. Sanitasi yang buruk tidak hanya berpotensi meningkatkan kontaminasi mikroba pada susu yang berdampak pada penurunan mutu, namun juga berisiko menimbulkan penyakit pada ternak. Salah satu masalah kesehatan utama adalah mastitis, yaitu peradangan kompleks pada kelenjar ambing dengan variasi penyebab dan tingkat keparahan. Namun, pendekatan ini berisiko meninggalkan residu kimia berbahaya bagi ternak dan konsumen. Sebagai solusi alternatif, dapat dimanfaatkan antibodi alami berupa imunoglobulin Y (IgY) dari kuning telur ayam kampung. Sumber antibodi alami ini menawarkan berbagai keunggulan seperti efisiensi produksi, pertimbangan kesejahteraan hewan, dan spesifisitas tinggi. Mekanisme transfer alami IgY dari induk ayam ke kuning telur memungkinkan ekstraksi antibodi dalam skala besar tanpa metode yang invasif. Penelitian ini dirancang untuk menguji potensi immunoglobulin Y (IgY) sebagai bahan pengobatan alternatif terhadap infeksi E. coli yang memicu mastitis pada ternak perah.
Copyrights © 2026