Industri tahu merupakan usaha pangan skala kecil yang memiiki berbagai potensi bahaya setiap tahapan produksinya. Aktivitas yang melibatkan panas, alat kerja, lantai licin, dan pekerjaan manual berulang dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja apabila tidak disertai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang baik. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi serta mencegah berbagai potensi bahaya yang mungkin timbul dengan menerapkan metode JSA pada bagian produksi tahu di Pabrik Tahu Agung Kuningan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam serta dokumentasi pada pekerja di Pabrik Tahu Agung Kuningan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tahapan pekerjaan, potensi bahaya, risiko yang dapat terjadi, serta upaya pengendalian yang dapat diterapkan. Potensi bahaya ditemukan pada setiap tahapan produksi tahu, dimulai dari persiapan bahan baku kedelai, perendaman, pencucian, penggilingan, perebusan, penyaringan dan pembiangan, pencetakan hingga pemotongan. Potensi bahaya yang ditemukan meliputi risiko terpleset, luka bakar, cedera akibat alat kerja, dan postur kerja yang tidak ergonomis. Upaya pengendalian melalui rekayasa teknis, pengendalian administratif, dan penggunaan APD diidentifikasi sebagai langkah utama untuk menurunkan risiko tersebut, namun penerapannya masih belum optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa diperlukan peningkatan penerapan keselamatan kerja yang lebih sistematis dan terstruktur untuk mengurangi kecelakaan. Dengan demikian, penerapan analisis bahaya secara menyeluruh dapat menjadi dasar perbaikan sistem kerja yang lebih aman pada industri skala mikro.
Copyrights © 2026