Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Assessment as Learning (AaL) dalam mendukung regulasi diri peserta didik sekolah dasar pada Kurikulum Merdeka. AaL dipandang sebagai pendekatan asesmen yang menempatkan peserta didik sebagai pelaku aktif dalam proses pembelajaran melalui kegiatan penilaian diri, refleksi, dan pemanfaatan umpan balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di SDN 40/II Tebing Tinggi pada kelas V. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas V, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Assessment as Learning telah diterapkan melalui kegiatan self-assessment, refleksi pembelajaran, pemberian umpan balik, dan revisi hasil kerja, meskipun masih berada pada tahap pengembangan dan bersifat terbimbing (guided AaL). Implementasi AaL memberikan kontribusi terhadap perkembangan regulasi diri peserta didik yang mencakup aspek perencanaan, pemantauan, dan evaluasi diri, namun kemampuan tersebut masih berada pada tahap awal dan memerlukan scaffolding dari guru. Faktor pendukung implementasi meliputi kebijakan sekolah, kegiatan KKG, dan komitmen guru, sedangkan faktor penghambat utama adalah keterbatasan waktu pembelajaran dan variasi kemampuan peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Assessment as Learning berpotensi mendukung pengembangan regulasi diri peserta didik sekolah dasar dalam konteks Kurikulum Merdeka, namun membutuhkan penguatan pedagogis dan konsistensi implementasi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025