Pendidikan akhlak pada anak usia dini masih menghadapi tantangan karena pembelajaran lebih berfokus pada pembentukan perilaku melalui aturan dan pembiasaan, sementara aspek emosional anak belum menjadi perhatian utama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik pendidikan akhlak, menganalisis penerapan trauma-informed teaching, serta mengkaji integrasi nilai-nilai pendidikan akhlak Islam dengan pendekatan tersebut pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang dilaksanakan di RA Mambaul Ulum Galis dan TK Raudlatus Sibyan Konang, Kabupaten Bangkalan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan akhlak dilaksanakan melalui pembiasaan, keteladanan, komunikasi empatik, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan suportif. Pendekatan trauma-informed teaching membantu guru memahami perilaku anak berdasarkan pengalaman emosionalnya sehingga pembinaan akhlak lebih berorientasi pada pendampingan daripada hukuman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendidikan akhlak Islam dengan trauma-informed teaching mendukung perkembangan sosial emosional dan internalisasi nilai-nilai akhlak pada anak usia dini. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya penerapan pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan emosional anak dalam praktik pendidikan Islam usia dini.
Copyrights © 2025